JEPARA, Lingkarjateng.id – Haul ke-16 Presiden ke-4 Republik Indonesia sekaligus Pahlawan Nasional KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 digelar di Pendopo Kartini, Jepara, pada Selasa, 6 Januari 2026.
Acara yang dihadiri Ketua PBNU KH Miftah Faqih tersebut menjadi ajang refleksi kebangsaan, memperkuat persatuan, serta meneguhkan komitmen menghadirkan pemerintahan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH Khayatun Abdullah Hadziq, menegaskan bahwa pelaksanaan Haul Gus Dur dan Harlah NU secara bersamaan bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki pesan mendalam bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menilai nilai-nilai perjuangan dan pemikiran Gus Dur masih sangat relevan hingga saat ini.
“Gus Dur mengajarkan bahwa keberhasilan bangsa hanya bisa diraih melalui persatuan dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok,” ungkapnya.
Menurutnya, nilai kemanusiaan, keadilan sosial, serta semangat persatuan yang diwariskan Gus Dur sejalan dengan khittah perjuangan NU sejak awal berdiri sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Wiwit), menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan NU yang menggelar peringatan Haul Gus Dur dan Harlah NU di lingkungan pusat pemerintahan daerah.
Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah agar setiap kebijakan yang diambil senantiasa berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
“Semoga melalui wasilah Gus Dur, kita semua diberi keberkahan, dijauhkan dari marabahaya, dan terus terinspirasi untuk menerapkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam pemerintahan,” ujarnya.
Wiwit juga menyoroti peran besar NU yang telah memasuki usia 103 tahun dalam menjaga keutuhan bangsa.
Menurutnya, NU berkontribusi nyata melalui dakwah yang menyejukkan, pendidikan pesantren, pembinaan akhlak, serta keteladanan para kiai dan ulama.
“NU adalah mitra strategis Pemerintah Kabupaten Jepara dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan membangun daerah dengan fondasi nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.
Selain pengajian Haul Gus Dur dan Harlah NU, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) IV PCNU Jepara.
Hasil Muskercab diharapkan menjadi pedoman arah gerak dan program NU Jepara untuk satu tahun ke depan.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid
































