PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Di tengah situasi kebencanaan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Tengah, harga kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Pekalongan terpantau relatif stabil. Bahkan beberapa komoditas sayuran, khususnya cabai, justru mengalami penurunan harga.
Hal tersebut disampaikan Analis Perdagangan Ahli Muda, Heri Purnomo, saat ditemui wartawan pada Selasa, 13 Januari 2026, ketika dimintai keterangan terkait dampak distribusi dan harga kebutuhan masyarakat akibat kondisi bencana di sejumlah daerah.
“Stok masih aman, malah harga ini cenderung turun, Mas. Terutama sayur-sayuran, cabai itu justru harganya turun, sekarang di kisaran Rp20 ribu sampai Rp25 ribu untuk yang besar,” ujar Heri.
Ia menjelaskan, sebelumnya harga cabai sempat berada di level tinggi, yakni di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Namun, di beberapa hari terakhir harga tersebut mengalami penurunan cukup signifikan.
“Cabai rawit merah sekarang Rp35.000 per kilo, bahkan di wilayah Bojong bisa Rp30.000. Ini malah turun, Alhamdulillah,” tambahnya.
Berdasarkan hasil monitoring harga kebutuhan pokok periode 9 Januari hingga 12 Januari 2026, mayoritas komoditas tercatat tidak mengalami perubahan harga. Beras IR 64 Premium masih di harga Rp14.500 per kilogram, IR 64 Medium Rp13.200 per kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp19.500 per kilogram, serta minyak goreng kemasan premium Rp21.000 per liter.
Harga daging sapi tercatat Rp135.000 per kilogram, daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, ayam kampung Rp80.000 per kilogram, telur ayam ras Rp28.500 per kilogram, hingga bawang merah Rp35.000 per kilogram. Seluruh komoditas tersebut dinyatakan stabil tanpa kenaikan.
Sementara itu, penurunan harga tercatat pada kelompok cabai, di antaranya cabai merah besar kriting, cabai rawit merah, dan cabai rawit hijau, yang masing-masing turun Rp2.000 per kilogram atau sekitar 5,41 persen.
Heri menduga, penurunan harga tersebut dipengaruhi oleh kondisi permintaan yang masih relatif lesu.
“Mungkin permintaannya masih agak turun, jadi harga ikut menyesuaikan,” katanya.
Ia menegaskan, laporan perkembangan harga kebutuhan pokok tersebut telah disampaikan kepada Bupati Pekalongan sebagai bahan pemantauan dan pengambilan kebijakan.
“Intinya stok aman, harga stabil, dan beberapa sayuran justru turun,” pungkas Heri.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S































