PATI, Lingkarjateng.id – Warga Desa Blaru, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati gotong royong menutup lubang jalan provinsi Pati-Tanjang yang berlubang, Rabu, 11 Februari 2026.
Salah satu warga, Dedi Gunawan mengungkapkan jalan rusak yang tak kunjung mendapat penanganan itu telah merenggut nyawa rekannya.
“Ada teman saya meninggal dunia. Gara-gara lubang, dia menghindar, kemudian terjatuh dan tertabrak truk,” ujar Dedi dengan nada geram.
Menurutnya, kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan semakin parah sejak Januari lalu. Namun, ia menilai perbaikan yang dilakukan selama ini hanya sebatas tambal sulam dan tidak bertahan lama.
“Kami marah. Ini bukan soal jalan rusak saja, tapi sudah ada korban. Pemerintah jangan abai. Kalau memang tidak ada dana, sampaikan saja secara terbuka,” tegasnya.
Ia menjelaskan penambalan jalan menggunakan dana dan peralatan pribadi seadanya. Sedangkan material seperti batu dan base course disiapkan secara swadaya, dengan biaya yang ditaksir mencapai sekitar Rp7 juta.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, Hasto Umo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti kondisi tersebut.
“Terkait perbaikan jalan di selatan Pentol Blaru, hari ini sudah kita tindak lanjuti dengan pengurugan base course dulu. Rencana besok kalau ada Asphalt Mixing Plant (AMP) hotmix yang buka akan ditambal aspal hotmix. Hari ini kebetulan aspal hotmix tidak berproduksi. Mudah-mudahan besok berproduksi agar bisa dilanjut penambalan aspalnya,” jelasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Sekar S
































