SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Mungyeong, Gyeongsang Utara, Korea Selatan dalam bidang pendidikan. Hanya saja, realisasi kerja sama tersebut masih terkendala masalah administrasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Nunuk Dartini menjelaskan, rencananya kerja sama bidang pendidikan yang diwujudkan dalam program pertukaran pelajar yang telah disepakati pada akhir 2023 lalu akan dilaksanakan pada Agustus 2024. Dinas Pendidikan telah menyiapkan dua orang siswa untuk melaksanakan program tersebut.
“Akan tetapi ada beberapa kendala, antara lain adanya kelengkapan administrasi perizinan dan administrasi lain yang belum selesai. Sedangkan pada tanggal 15 Agustus 2024, pelajar tersebut sudah harus sampai di Kota Mungyeong,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Lingkar Jateng pada Minggu, 23 Juni 2024.
Menanggapi permasalahan yang muncul menjelang pelaksanaan program pertukaran pelajar dengan Pemerintah Kota Mungyeong itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga Wuri Pujiastuti meminta kepada Dinas Pendidikan dan siswa yang bersangkutan untuk segera memenuhi persyaratan.
Dinas Pendidikan bersama dengan Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Salatiga diminta untuk gerak cepat menyelesaikan kelengkapan administrasi dan perizinan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kami akan berusaha maksimal untuk membantu menuntaskan permasalahan yang dihadapi. Semoga sebelum tanggal 15 Agustus 2024 nanti persyaratan administrasi yang dibutuhkan sudah selesai semua,” kata Wuri.
Sebagaimana diketahui, Pemkot Salatiga pada 5-7 Desember 2023 lalu melakukan lawatan ke Mungyeong, Gyeongsang Utara, Korea Selatan. Lawatan tersebut menghasilkan kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.
Kerja sama tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2024 ini antara lain bidang pendidikan dalam bentuk pertukaran pelajar program. Kemudian beasiswa full board (biaya sekolah dan biaya hidup) bagi lulusan SMP/MTs atau sederajat secara optik dari Kota Salatiga untuk melanjutkan belajar pada jenjang pendidikan SMA/sederajat di Korea Selatan. (Lingkar Network | Angga Rosa – Lingkarjateng.id)































