SALATIGA, Lingkarjateng.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi situs bersejarah di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin, 27 Oktober 2025. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan dan sejumlah kepala OPD, Fadli Zon mengunjungi tiga lokasi bersejarah, yaitu Rumah Dinas Wali Kota, Gedung Pakuwon, dan Gedung Papak.
Ketiganya merupakan bangunan bergaya kolonial yang telah melewati perjalanan panjang sejarah pemerintahan di Salatiga. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang refleksi akan kekayaan warisan kolonial di Kota Salatiga yang kini menjadi bagian dari identitas kota modern yang berkarakter budaya.
Fadlizon pun mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menjadikan bangunan kolonial sebagai identitas kota modern yang berbudaya.
“Pelestarian bangunan kolonial seperti ini bukan hanya menjaga bentuk fisiknya, tetapi juga menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap jati diri bangsa,” tutur Fadli Zon.
Diketahui, Gedung Pakuwon merupakan tempat bersejarah yang menjadi lokasi Perjanjian Salatiga pada 17 Maret 1757 (kelanjutan dari Perjanjian Giyanti). Sementara Gedung Papak, yang kini menjadi Kantor Wali Kota Salatiga, tetap mempertahankan keaslian arsitekturnya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah masa kolonial.
Sementara itu, Wali Kota Robby Hernawan menjelaskan, bangunan-bangunan tersebut bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan cermin perjalanan budaya yang perlu dijaga keberadaannya.
“Bangunan kolonial di Salatiga adalah bagian dari identitas kota. Kami ingin memadukan nilai sejarah dengan arah pembangunan modern agar masyarakat tetap memiliki rasa bangga terhadap warisan budayanya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Robby juga memaparkan rencana Pemkot Salatiga untuk mengubah bangunan tersebut menjadi Museum Sejarah Kota Salatiga. Rencana itu mendapat sambutan positif dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menilai upaya tersebut penting dalam memperkuat karakter kota bersejarah.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S































