GROBOGAN, Lingkarjateng.id – DPRD Kabupaten Grobogan menyoroti stabilitas sosial dan politik di daerah dalam rapat koordinasi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, partai politik, dan generasi muda di Pendopo Grobogan, Senin, 15 September 2025.
Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah Arthani, menyampaikan bahwa dinamika sosial-politik saat ini diwarnai dua tantangan besar, polarisasi politik dan disinformasi.
Polarisasi, kata Lusia, membuat masyarakat terbelah ke dalam kelompok-kelompok dengan perbedaan pandangan tajam, bahkan sering dipicu isu agama atau etnis.
Sedangkan banjir arus informasi di era digital membuka ruang disinformasi dan hoaks yang dapat menyesatkan publik.
“Kondisi seperti ini dapat memicu keresahan, mengurangi rasa persatuan, dan berujung pada konflik sosial yang mengganggu pembangunan daerah,” tuturnya.
Menurut Lusia, DPRD memiliki peran dalam meredam dinamika tersebut dengan membuka komunikasi publik baik dalam menyerap aspirasi atau sosialisasi.
“DPRD berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga aspirasi publik dapat disalurkan tanpa harus menimbulkan gejolak,” ujarnya.
DPRD dapat menjaring dan menampung aspirasi masyarakat dengan mengajak partisipasi publik melalui reses, rapat dengar pendapat, dan konsultasi publik.
“Melaksanakan pendidikan politik, agar masyarakat memahami hak dan kewajiban dalam demokrasi,” sambungnya.
Selain itu, kata dia, DPRD bekerja sama eksekutif dan apparat hukum demi menciptakan suasana kondusif.
Namun, pihaknya mengakui masih ada tantangan baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat, di antaranya lemahnya pelayanan publik yang partisipatif, rendahnya kesadaran politik, hingga krisis kepercayaan warga terhadap pemerintah.
Sebagai langkah ke depan, DPRD Grobogan berkomitmen meningkatkan kesadaran politik warga, membuka saluran aspirasi yang lebih luas, serta memperkuat peran organisasi masyarakat dan partai politik dalam pemberdayaan publik.
“Demokrasi lokal harus tumbuh melalui dialog yang sehat, keterbukaan, dan kepercayaan antara rakyat dan pemerintah,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa






























