Blora (lingkarjateng.id) – Menjelang arus mudik lebaran 2026, masih ada ruas jalan di Kabupaten Blora yang belum tersentuh perbaikan sehingga membayangi bagi keselamatan para pemudik.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Blora, Mukhilisin mengatakan, ditengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi, DPRD Blora mendesak percepatan perbaikan infrastruktur agar risiko kecelakaan dan ketidaknyamanan perjalanan bisa ditekan.
“Utamanya untuk mitra kita, salah satunya DPUPR, sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan percepatan pengerjaan infrastruktur,” kata Mukhlisin, Selasa (3/3/2026).
Mukhlisin berharap, sebagian besar pekerjaan infrastruktur jalan berlubang bisa diselesaikan sebelum lebaran tahun ini, mengingat beban pekerjaan di tahun 2026 tidak terlalu banyak.
Namun, ia mengakui penuntasan total jalan rusak masih sulit dicapai dalam waktu singkat. “Kalau tuntas jalan rusak saya kira tidak bisa. Yang jadi keluhan saat ini adalah jalan provinsi,” keluh pria yang akrab disapa Gus Sin.
Menurut Gus Sin, kerusakan jalan provinsi di wilayah Blora cukup parah, terutama di ruas Blora–Purwodadi yang menjadi jalur vital aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Harapan kami, pihak provinsi bisa segera menyelesaikan, paling tidak dengan menambal jalan berlubang agar para pemudik merasa aman dan nyaman,” tegasnya.
Di sisi lain, politisi PKB tersebut mengungkapkan upaya perbaikan jalan di Blora saat ini masih terkendala keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
Pada tahun anggaran 2026, DPUPR Blora hanya memiliki alokasi dana sekitar Rp.20 miliar untuk penanganan beberapa kilometer jalan. “Sedangkan jalan rusak di Blora masih terhitung banyak sekali,” katanya.
Saat ini Komisi C DPRD Blora, terus mendorong pencarian sumber pendanaan tambahan. Namun, proses tersebut tidak bisa terealisasi dalam waktu cepat. “Kita masih mencari anggaran dari provinsi dan pusat, akan tetapi tidak secepat awal tahun,” jelasnya.
Pihaknya juga mendorong optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar proses lelang proyek bisa segera dilakukan dan pekerjaan fisik dapat dipercepat.
Selain infrastruktur jalan, Komisi C DPRD Blora juga menaruh perhatian serius pada penerangan jalan umum (PJU).***
Jurnalis : Hanafi
Editor : Fian





























