KENDAL, Lingkarjateng.id – Batas akhir pendaftaran calon pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Kabupaten Kendal pada Senin, 9 Maret 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Agama pada Badan Kesbangpol Kabupaten Kendal, Kardiyantomo, mengajak putra putri terbaik kelas X jenjang SMA sederajat dapat memanfaatkan kesempatan emas untuk mengabdi, meningkatkan kesisiplinan, menumbuhkan rasa nasionalisme, serta memperluas relasi melalui Paskibraka Kabupaten Kendal tahun 2026.
“Pendaftaran sudah kita buka sejak 10 Februari sampai dengan 9 Maret 2026. Siswa siswi kelas X dengan nilai rata-rata baik, dengan ketentuan di saat bertugas tanggal 17 Agustus 2026, usia mereka minimal 16 tahun maksimal 18 tahun. Lebih satu hari saja, atau 16 tahunnya kurang satu hari saja itu membuat akun sudah tidak bisa,” terang Kardiyantomo.
Hingga saat ini jumlah pendaftar calon paskibraka Kendal sudah sekitar 200 pelajar. Mereka sudah membuat akun dan mendaftar melalui tautan http://paskibraka.bpip.go.id.
“Yang bikin akun, terlihat di admin ada sekitar 200 pendaftar. Tapi yang submit atau yang sudah melengkapi berkas itu ada sekitar 100 pendaftar,” ungkapnya.
Kardiyantomo mengatakan jumlah pendaftar yang telah melengkapi berkas tersebut secara umum telah memenuhi kuota untuk kebutuhan formasi Paskibraka Kabupaten Kendal tahun 2026 yakni 35 petugas.
“Jadi kalau diambil 35 anak itu ya sudah memenuhi lah. Kalau menurut ketentuan BPIP itu nanti lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) idealnya 1,5 dari kebutuhan l. Kalau kebutuhannya 35 anak, berarti sekitar 55 pendaftar itu sudah ideal. Syukur setelah TWK masih ada 100 anak kita bisa lebih leluasa untuk memilih calon Paskibraka,” terangnya.
Calon paskibraka Kendal yang akan bertugas sebagai pengibar bendera pusaka berjumlah 35 pelajar. Terdiri dari 18 putra dan 17 putri.
“Dan setelah pendaftaran nanti dilanjutkan seleksi administrasi di tanggal 10, 11, 12 Maret 2026. Kemudian disambung tes wawasan kebangsaan,” imbuhnya.
Personel Kodim 0715/Kendal yang menjadi pelatih Capaska Kendal, Peltu M Syaiful Arif, menyampaikan bahwa pihaknya akan menekankan kedisiplinan dan jiwa korsa kepada para Capaskibraka yang nantinya lolos.
“Karena kalau tidak disiplin mustahil Paskibraka itu akan sukses, kalau tida jiwa korsa juga mustahil. Makanya ada istilah satu sakit semua merasakan. Karena anak-anak Paskibraka menjadi calon-calon pemimpin masa depan,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























