KENDAL, Lingkarjateng.id – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, telah mencapai sekitar 30 persen. Proyek yang didanai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2026.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan pengerjaan KNMP Gempolsewu direncanakan berlangsung selama sekitar 150 hari. Hingga Jumat, 9 Oktober 2026, pembangunan masih berjalan untuk mengejar target penyelesaian sesuai jadwal kontrak.
“Rencana waktu yang dibutuhkan untuk membangun KNMP sekitar 150 hari atau kurang lebih hampir empat bulan dan akan berakhir pada pertengahan Desember,” katanya.
KNMP Gempolsewu menjadi proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pertama di Kabupaten Kendal. Kehadiran kawasan ini diharapkan tidak hanya menyediakan fasilitas pendukung kegiatan perikanan, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir.
Hudi menjelaskan, program tersebut turut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan nelayan melalui berbagai kegiatan pendukung. Salah satunya berupa bantuan pembayaran premi asuransi bagi nelayan.
Menurutnya, kawasan KNMP nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas perikanan yang terintegrasi, mulai dari pembekalan nelayan, penyediaan sarana penangkapan ikan, hingga pemasaran hasil tangkapan.
“Harapan kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Kampung Nelayan Merah Putih ini dapat memberikan wajah baru kampung nelayan sebagai pusat kegiatan, mulai dari pembekalan, sarana penangkapan ikan, hingga pemasaran,” tuturnya.
Selain mendukung aktivitas penangkapan ikan, keberadaan KNMP juga diharapkan membuka peluang pengembangan usaha pengolahan hasil laut. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan sehingga manfaat ekonomi yang diterima masyarakat nelayan semakin besar.
Pembangunan kawasan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp4 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun sejumlah fasilitas penunjang aktivitas perikanan dan infrastruktur kawasan sesuai kontrak pekerjaan.
“Sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi shelter pendaratan ikan, kios perbekalan, pabrik es portabel, bangunan tangki air, jalan kawasan, dinding penahan tanah, tambatan perahu, penerangan jalan umum (PJU) dengan tiang double arm dan single arm, titik kumpul (assembly point), hingga jalur evakuasi,” bebernya.
Sebelumnya, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan bahwa pembangunan KNMP merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas hasil tangkapan, mendorong modernisasi sektor perikanan, serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ia menjelaskan, kawasan pembangunan tersebut memanfaatkan lahan milik desa seluas sekitar 2.500 meter persegi. Luas lahan yang terbatas membuat jumlah fasilitas yang dapat dibangun tidak sebanyak apabila tersedia area yang lebih luas.
“Sebetulnya kalau lahannya ada satu hektare, kemungkinan kita mendapatkan alokasi bantuan lebih lengkap. Tetapi karena keterbatasan lahan, fasilitas yang akan dibangun juga kurang lengkap. Karena di awal sosialisasi adalah satu hektare,” jelas Bupati yang akrab disapa Tika.
Meski menghadapi keterbatasan lahan, Tika mengajak masyarakat mendukung pembangunan kawasan tersebut agar fasilitas yang tersedia nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dukungan itu dinilai penting mengingat sekitar 70 persen penduduk Desa Gempolsewu bekerja sebagai nelayan. Dengan dominasi mata pencaharian tersebut, KNMP diharapkan menjadi salah satu pengungkit pengembangan usaha perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid





























