SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hanung Triyono, memberikan klarifikasi terkait lambatnya progres perbaikan infrastruktur jalan yang disorot Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, saat inspeksi mendadak (sidak) pada Senin, 14 Juli 2025 kemarin.
Hanung menjelaskan bahwa rendahnya progres pengerjaan terjadi karena mayoritas kontrak proyek baru ditandatangani pada bulan Juni hingga awal Juli 2025.
“Paket-paket preservasi dan rehabilitasi jalan itu memang baru berkontrak sekitar bulan Juni-Juli. Sekarang kami sedang mengejar agar penyedia jasa segera melaksanakan kegiatan,” jelas Hanung saat dihubungi, Selasa, 15 Juli 2025.
Menurutnya, pihaknya saat ini tengah mempercepat proses mix design atau desain campuran aspal, agar pengerjaan fisik bisa dimulai lebih cepat. Ia juga menegaskan bahwa para kontraktor diminta bekerja secara profesional dan mandiri.
“Percepatan terus kami lakukan, sehingga pada Agustus nanti kami targetkan seluruh paket rehabilitasi jalan sudah selesai di semua ruas yang ada kegiatan. Total ada sekitar 80 paket pekerjaan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah,” jelasnya.
Hanung mengakui beberapa proyek belum terlihat progres signifikan karena masih dalam tahap pengembalian kondisi jalan seperti patching dan leveling, sebelum dilakukan pelapisan ulang.
“Dua minggu ke depan kami targetkan selesai. Contohnya di paket Palur-Karanganyar itu hampir 100 persen. Tapi memang ada ruas yang perlu pengembalian kondisi dulu sebelum dilapisi ulang,” katanya.
Terkait keluhan Gubernur soal lamanya proses uji laboratorium campuran aspal, Hanung menjelaskan bahwa secara normal uji tersebut memakan waktu sekitar 20 hari.
Namun, kini pihaknya menerapkan uji mandiri yang bisa mempercepat waktu menjadi hanya 10-12 hari.
“Ini bagian dari profesionalisme,” katanya.
Hanung juga merespons keluhan masyarakat tentang kondisi jalan yang rusak. Ia meminta warga bersabar karena pihaknya menargetkan kondisi jalan di titik-titik krusial akan membaik dalam enam bulan ke depan.
“Misalnya di ruas Brigjen Sudiarto sampai Godong, akan padat karena ada dua kegiatan sekaligus. Di Sayung juga masih ada pembangunan tanggul rob. Tapi kami sudah koordinasi dengan kepolisian agar kemacetan luar biasa bisa diatasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, melakukan sidak ke kantor DPU BMCK di Jalan Monginsidi, Banjarsari, Solo, usai menemukan progres perbaikan jalan di wilayah Sukoharjo dan Eromoko, Wonogiri, baru mencapai enam persen, jauh tertinggal dibanding daerah lain yang sudah 90 persen.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid
































