SEMARANG, Lingkarjateng.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah menyebut Kabupaten Demak bakal menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di privinsi ini dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) kelompok balita.
Sebagaimana diketahui, CKG menyasar seluruh kelompok usia, termasuk balita. Program ini dinilai penting sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan serta pemenuhan gizi anak sejak usia dini.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengatakan bahwa balita menjadi kelompok prioritas dalam program CKG karena masa tumbuh kembang anak sangat menentukan kualitas kesehatan di masa depan.
Menurutnya, intervensi sejak dini, khususnya dalam pemenuhan gizi, akan berdampak besar terhadap pencegahan stunting dan masalah kesehatan lainnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Demak telah berhasil membangun koordinasi yang baik dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam penyusunan menu makanan bergizi bagi balita.
“Untuk balita ini yang paling penting sebenarnya. Nanti akan mencontoh Kabupaten Demak yang sudah bagus berkoordinasi dengan SPPG untuk membuat menu-menu yang bagus bagi balita supaya balitanya semangat untuk makan,” ujar Yunita saat ditemui di Semarang, Jumat, 9 Januari 2026.
Ia menjelaskan, penyusunan menu gizi tidak hanya memperhatikan kandungan nutrisi, tapi juga aspek variasi dan daya tarik makanan agar anak tidak mudah bosan. Dengan menu yang sesuai kebutuhan gizi dan selera anak, diharapkan asupan nutrisi balita dapat terpenuhi secara optimal.
Yunita juga menegaskan bahwa Dinkes Provinsi Jawa Tengah akan terus mendorong kabupaten/kota lain untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan SPPG dan fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.
“Upaya ini menjadi bagian dari strategi menyukseskan program CKG sekaligus mendukung target penurunan angka stunting di Jawa Tengah,”ungkapnya.
Selain pemenuhan gizi, melalui program CKG balita juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, serta pemantauan tumbuh kembang. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar intervensi cepat apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.
“Harapannya, dengan program ini, kesehatan balita bisa terpantau lebih baik sejak dini dan kualitas generasi mendatang di Jawa Tengah dapat meningkat,” pungkas Yunita.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Sekar S































