KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Rombongan Biksu Thudong yang menempuh perjalanan spiritual dari Bangkok, Thailand, menuju Candi Borobudur, Magelang, tiba di Kabupaten Semarang pada Rabu sore, 7 Mei 2025.
Kedatangan 36 biksu ini disambut meriah oleh masyarakat lintas agama dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang di Vihara Avalokittesvara atau Vihara Gunung Kalong, Ungaran.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, hadir langsung menyambut para biksu dan menyampaikan rasa syukur serta kebanggaannya atas semangat toleransi yang ditunjukkan masyarakat.
Ia juga menitipkan doa kepada para Biksu Thudong agar Kabupaten Semarang senantiasa dalam suasana yang kondusif dan penuh keberkahan.
“Titip doa juga kepada para Biksu Thudong agar Kabupaten Semarang selalu diberi kelimpahan rahmat untuk warga masyarakatnya, membuat wilayah kita guyub, ayem, tentram, rukun, dan bisa bersama-sama membuat warga Kabupaten Semarang sejahtera secara bersama-sama antarumat beragama, sekaligus titip doa supaya pembangunan di Kabupaten Semarang bisa semakin baik dan maju,” katanya.
Penyambutan rombongan Biksu Thudong di Kabupaten Semarang tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Jika pada 2024 mereka bermalam di Klenteng Hok Tik Bio Ambarawa, tahun ini para biksu bermalam di Vihara Gunung Kalong yang merupakan vihara terbesar di Kabupaten Semarang.
Suasana penyambutan berlangsung meriah, dengan kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang agama serta pertunjukan Barongsai yang mengiringi para biksu sejak memasuki wilayah perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Semarang di Jalan Gatot Subroto.
Bupati Ngesti menegaskan bahwa momen ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia berharap semangat toleransi yang terlihat saat penyambutan bisa terus terjaga di Bumi Serasi.
Selama di Vihara Gunung Kalong, para biksu akan melakukan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari penyambutan oleh umat Buddha, prosesi basuh kaki, doa bersama, hingga ritual Sadhana. Para pemuka agama dan jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua Yayasan Sri Kukus Redjo Gunung Kalong, Tjoa Lie Lie, mengungkapkan bahwa kunjungan rutin para Biksu Thudong ke Kabupaten Semarang untuk bermalam menjadi bukti bahwa wilayah ini dikenal sebagai daerah dengan toleransi yang tinggi.
“Makanya, para Bhante ini selalu mau dan berkenan untuk singgah dan bermalam di Kabupaten Semarang. Dan juga para Bhante ini akan melakukan doa khusus untuk warga umat Buddha dan umat beragama lainnya di Kabupaten Semarang, supaya selalu terlindungi dari segala marabahaya yang ada,” pungkasnya.
Setelah bermalam, para Biksu dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Magelang dengan singgah sebentar di beberapa titik, termasuk Klenteng Hok Tik Bio di Ambarawa, sebelum melanjutkan ke Candi Borobudur untuk merayakan Hari Raya Waisak. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)































