SEMARANG, Lingkarjateng.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah (Jateng) selama tiga hari ke depan.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, mengatakan Jawa Tengah saat ini telah memasuki puncak musim hujan yang berlangsung pada Januari hingga Februari 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih sering terjadi di hampir seluruh wilayah.
“Potensi hujan sedang hingga lebat ini hampir menyeluruh di wilayah Jateng untuk seminggu ke depan ataupun tiga hari ke depan,” katanya di Semarang, Senin, 12 Januari 2026.
Menurut Ferry, wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus adalah Pantura bagian timur. Sejumlah daerah yang masuk dalam kategori rawan antara lain Demak, Jepara, Pati, Kudus, Rembang, dan Grobogan.
Ia menyebut potensi hujan lebat hingga ekstrem di wilayah tersebut diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga tiga hari mendatang.
“Pantura Timur itu wilayah Demak, Pati, Kudus, Jepara, kemungkinan sampai tiga hari ke depan (berpotensi cuaca ekstrem, red.). (Curah hujan) sedang hingga lebat sampai ekstrem,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan di sejumlah daerah sudah tergolong ekstrem. Dua hari sebelumnya, curah hujan di Jepara, Kudus, dan Demak tercatat melebihi 100 milimeter per hari.
Selain hujan lebat, masyarakat di wilayah pesisir Pantura Timur juga diimbau mewaspadai potensi angin kencang yang dapat memicu bencana turunan.
“Di wilayah pesisir dekat laut itu berpotensi puting beliung atau angin kencang,” katanya.
Ferry juga mengingatkan warga untuk menghindari lokasi-lokasi berisiko saat hujan deras, seperti berada di dekat baliho, tiang listrik, maupun pohon besar yang berpotensi tumbang.
Dengan hujan intens yang terjadi secara beruntun sejak 9 Januari 2025, Ferry menilai potensi banjir masih mengancam wilayah Pantura Timur dalam beberapa hari ke depan.
“Masih ada potensi banjir karena di situ hujan lebatnya sudah dari dua hari, dari tanggal 9 (Januari 2025) itu sudah hujan lebat. Kemungkinan sampai tiga hari ke depan masih ada potensi hujan deras di wilayah Pantura Timur,” jelasnya.
Terkait penyebab cuaca ekstrem, Ferry menyebutkan adanya pusat tekanan rendah di perairan selatan Nusa Tenggara hingga Bali, fenomena pertemuan angin (konvergensi), serta tingginya kelembapan udara di wilayah Jawa Tengah.
Meski demikian, Ferry mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta secara aktif memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi dan terpercaya, khususnya BMKG.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid





























