SEMARANG, Lingkarjateng.id – Realisasi target investasi Kota Semarang melampaui target tahun 2025 meski bersaing dengan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) di daerah sekitar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang Diah Supatiningtias mengungkap realisasi investasi tembus Rp11 triliun 147 miliar atau setara 101,34 persen dari target Rp11 triliun.
“Kalau dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp9,8 triliun, terjadi kenaikan hampir Rp2 triliun. Ini capaian yang menurut saya luar biasa,” ujarnya di Kota Semarang pada Selasa, 3 Februari 2026.
Tantangan investasi di Kota Semarang cukup besar karena kawasan sekitar seperti Kabupaten Kendal memiliki Kawasan Ekonomi Khusus yang mendapatkan berbagai fasilitas dan insentif dari pemerintah pusat.
“Dari sisi industri, kita memang dikepung kawasan industri yang memiliki keunggulan lebih. Karena itu, Semarang mendorong pengembangan dari sektor perdagangan dan jasa,” jelasnya.
Strategi tersebut dinilai efektif, pasalnya pertumbuhan hotel, pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga hiburan terus meningkat di Kota Semarang. Dalam beberapa tahun ke depan, sejumlah pusat perbelanjaan baru direncanakan akan beroperasi.
“Banyak hotel tumbuh, kawasan perdagangan juga berkembang. Tahun ini katanya mau launching Mall Pakuwon dan Mall 23 di Marina, nah Ini menandakan investor masih sangat tertarik dengan Kota Semarang,” terangnya.
Selain itu, kemudahan perizinan juga menjadi daya tarik utama. Seluruh proses perizinan kini dilakukan secara daring, tanpa tatap muka, dengan persyaratan yang lebih sederhana.
“Perizinan yang mudah tentu membuat investor lebih nyaman dan percaya diri menanamkan modalnya di Semarang,” katanya.
DPMPTSP Kota Semarang juga aktif menawarkan potensi dan aset daerah melalui forum bisnis internasional yang rutin digelar setiap tahun.
Sejumlah aset strategis seperti Plaza Simpang Lima, Lapangan Golf Manyaran dan Gombel, hingga Taman Lele menjadi bagian dari penjajakan investasi.
“Untuk penjajakan aset, saat ini sudah ada lebih dari empat investor yang tertarik. Namun prosesnya masih tahap awal dan harus mengikuti aturan pengelolaan barang milik daerah,” ujarnya.
Terkait target investasi 2026, Diah menyebut hingga kini belum ada penetapan resmi dari pemerintah pusat melalui BKPM. Namun dalam dokumen RPJMD, target investasi Kota Semarang berada di kisaran Rp9,9 triliun.
“Melihat capaian 2025 yang sudah menembus Rp11 triliun, kami optimistis target 2026 kembali bisa terlampaui,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Ulfa































