Artsorika Muria, Ajak Warga Jepara Menjaga Kebudayaan dan Alam Sekitar

artsotika muria

Bupati Jepara Dian Kristiandi saat meresmikan Bendung Belik Sentro di Dukuh Setro, Batealit, Jepara, Jumat (19/11). (Adhik Kurniawan / Lingkarjateng.id)

JEPARA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui kegiatan Artsorika Muria mengajak masyarakat menjaga kebudayaan dan alam sekitar dengan terus memberikan edukasi untuk mencintai seni budaya dan menjaga kelestarian alam di Bumi Kartini kepada generasi penerus sedini mungkin.

Artsotika merupakan gabungan dari kata ‘art’ dan ‘eksotika’ yang esensinya membawa kegelisahan tentang kerusakan Muria. Bermula dari kepedulian para seniman, penggerak kebudayaan dan aktivis lingkungan akan kerusakan Muria di beberapa titik, mereka terpanggil untuk menggelar festival Artsorika Muria, yang sebelumnya juga digelar di Kudus, di Pati dan di Jepara.

Lestarikan Kesenian Tradisional, Disparbud Jepara Luncurkan Gamelan Selaras

Dalam kesempatan itu, Bupati Jepara Dian Kristandi mengatakan, alam telah memberikan apa yang manusia butuhkan. Oleh karena itu, masyarakat harus mengenali lingkungan sekitar serta menjaganya.

“Karena dengan menjaga alam dan mempertahankan kebudayaan, wisatawan akan senang berkunjung. Kemudian UMKM seperti pasar rakyat akan semakin bangkit,” kata Andi, saat meresmikan Bendung Belik Setro di Dukuh Setro, Batealit, Jepara, Jumat (19/11).

Jepara Genjot Promosi Sektor Pariwisata

Selain itu, untuk mendukung kelestarian lingkungan, Andi berjanji akan membersihkan tanaman eceng gondok yang tumbuh liar di sekitar bilik. Rencananya, pembersihan eceng gondok akan dilakukan sebelum bulan November.

“Sebelum akhir bulan (November) nanti saya bersihkan. Tapi saya berpesan, tolong setelah dibersihkan dijaga bersama-sama,” imbuhnya.

Andi juga mengingatkan warga untuk terus mengajari anak-anak sedini mungkin mengenai Pancasila. Hal itu, sebagai pedoman dalam memahami kebudayaan dan kecintaan terhadap alam. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)