Mensos Kunjungi Korban Banjir Padang Lawas

Tri Rismaharini

KUNJUNGAN: Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat melakukan kunjungan ke korban banjir di Padang Lawas. (Dok. Kemensos RI/Lingkarjateng.id)

PADANG LAWAS, Lingkarjateng.id Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI),Tri Rismaharini melakukan kunjungan kepada korban banjir di Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara.Rismamendatangi posko pengungsian, mengecek operasional dapur umum, dan mengecek bantuan logistik yang akan diserahkan ke warga.

Selain itu, Mensos membagikan bantuan makanan anak, kepada anak-anak yang sudah berjajar rapi menunggu kedatangannya. Sejumlah warga terdampak juga terlihat meminta kepada Risma agar ada bantuan perbaikan rumah. Total terdapat ratusan rumah yang rusak karena dihantam banjir bandang saat malam pergantian tahun itu.

Kepada wartawan, Risma mengatakan, telah mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk segera mengkaji permintaan warga tersebut. Risma ingin pemda berkonsultasi dengan para akademisi untuk menentukan apakah masih layak membangun rumah di bekas area terdampak banjir bandang itu. 

Salah Sasaran, 31 Ribu PNS Jadi Penerima Bansos

“Karena kalau dibangun (ulang rumahnya), lalu tiba-tiba kalau ada masalah lagi kan malah bahaya. Apalagi sampai menimbulkan korban,” kata Risma kepada awak media.

Risma mengaku tak ingin warga Batang Labu Sutam, bernasib serupa dengan warga di daerah lain yang terdampak bencana longsor seperti tahun lalu. Setelah warga daerah itu membangun ulang rumah di lokasi yang sama, longsor ternyata kembali terjadi sehingga semuanya kembali hancur.

Karena itu, kata Risma, uji kelayakan pembangunan ulang perlu dilakukan terlebih dahulu terhadap area terdampak banjir bandang di Batang Labu Sutam. “Apakah nanti direlokasi atau apa, dilihat nanti kelayakannya. Keputusan apakah perlu atau tidak soal relokasi tidak bisa sekarang,” kata dia.

Akhir tahun 2021, wilayah Kabupaten Padang Lawas diterjang banjir bandang yang merendam 15 desa. Bencana mengakibatkan 79 unit rumah rusak berat, 51 unit rusak sedang, 56 unit rusak ringan, 12 unit rumah hanyut, dan 1 sekolah rusak berat (Pesantren Nizoumul Hikmah). Bencana mengakibatkan 100 jiwa mengungsi di SD 1 Tanjung Baru dan 200 jiwa mengungsi di Pesantren Babul Hasannah, sehingga total pengungsi berjumlah 300 jiwa. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)