Kunjungi Semarang, Jokowi Resmikan Pasar Johar

jokowi dan hendi

KUNKER: Presiden Jokowi didampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat hendak meresmikan Pasar Johar Semarang, Rabu (5/1). (Dok. Humas/Lingkarjateng.id)

SEMARANG, Lingkarjateng.id – Dalam kunjungannya ke Jawa Tengah pada Rabu (5/1), Presiden Jokowi meresmikan Pasar Johar Semarang yang telah rampung dibangun, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berharap, Pasar Johar yang telah direvitalisasi akan terus menjadi pasar yang ramai. Dengan begitu, dapat mengembalikan kejayaan Pasar Johar masa lalu, sekaligus sebagai landmark Kota Semarang.

“Saya gembira dapat melihat langsung pasar yang sudah selesai direvitalisasi, membuat lebih bersih, lebih rapi juga lebih modern dan tertata, tentunya tanpa mengganggu kaidah-kaidah karena ini adalah bangunan cagar budaya,” ungkap Jokowi, usai meresmikan Pasar Johar di Kota Semarang, Rabu (5/1).

Pasar Johar yang diresmikan, terdiri atas Pasar Johar Utara, Pasar Johar Tengah, Pasar Johar Selatan, dan Pasar Kanjengan. Ia mengatakan, pasar merupakan pusat aktivitas perekonomian rakyat yang sangat penting.

Resmikan Bendungan Randugunting, Jokowi Serap Aspirasi Petani Blora, Rembang dan Pati

Menurut Jokowi, pasar yang ramai menandakan adanya pergerakan ekonomi masyarakat dan akan berimbas kepada sektor produksinya.

“Ada petani yang memproduksi bawang merah, memproduksi bawang putih dibawa ke mana, ya dibawa ke pasar. Ada yang memproduksi tahu, memproduksi tempe dan akan diarahkan kepada konsumen lewatnya apa, ya lewatnya pasar juga. Oleh sebab itu, sekali lagi bahwa pasar yang ramai menandakan adanya pergerakan ekonomi masyarakat karena adanya transaksi di pasar itu dan adanya aktivitas jual dan beli. Ini akan menggerakkan supply chain ekonomi rakyat kita,” jelasnya.

Di sisi lain, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Jokowi, yang telah memberi perhatian pada Kota Semarang. Sehingga kawasan Pasar Johar dapat terbangun kembali, setelah mengalami musibah kebakaran.

Dirinya mengungkapkan, butuh biaya yang sangat besar untuk membangun kembali Pasar Johar. Pemkot Semarang sendiri bahkan tak kurang telah mengeluarkan anggaran lebih dari Rp 157 miliar untuk penguatan struktur hingga pembangunan kawasan, termasuk Alun-Alun.

Pedagang Pasar Johar Semarang Keluhkan Pembagian Lapak

Sementara itu, pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp 146 miliar untuk pembangunan Pasar Johar Utara dan Tengah. Sedangkan Pasar Johar Selatan dibangun dengan biaya sekitar Rp 103 miliar serta Rp 20,3 miliar untuk Pasar Kanjengan untuk meningkatkan daya tampung pedagang.

“Tentu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk Pak Presiden, Pak Menteri PUPR, lalu juga Kementerian Perdagangan, dan juga seluruh pihak di tingkat pusat hingga kota yang telah memberi perhatian, sehingga kawasan Pasar Johar dapat terbangun kembali,” tutur Wali Kota Semarang tersebut.

Dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pasar Johar Utara memiliki luas bangunan 4.802 meter persegi dengan jumlah kios sebanyak 51 dan jumlah los kering sebanyak 368 los.

Pasar Johar tengah memiliki luas bangunan 7.183 meter persegi dengan 102 kios, 503 los kering, dan 109 los basah. Sementara itu, Pasar Johar Selatan memiliki luas bangunan 10.594 meter persegi dengan 126 kios, 542 los kering, dan 36 los basah. Adapun Pasar Kanjengan memiliki luas bangunan 8.460 meter persegi dengan 205 kios dan 550 los kering. (Lingkar Network | Koran Lingkar Jateng)