Rangkaian Perawatan untuk Mengobati Kanker Serviks

Ilustrasi vaksin kanker serviks (Sumber Gambar: Freepik @TanushkaBu)

Ilustrasi vaksin kanker serviks (Sumber Gambar: Freepik @TanushkaBu)

Lingkarjateng.id – Maraknya vaksin kanker serviks di Indonesia dapat membantu para wanita untuk mencegah kanker serviks sedini mungkin. Kanker serviks sendiri disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV).

Saat memasuki stadium lanjut, sel kanker telah berkembang pesat dan membentuk tumor. Hal tersebut menimbulkan gejala seperti pendarahan abnormal, keputihan abnormal, nyeri punggung pada bagian bawah perut hingga kelelahan.

Dikutip dari halodoc, kanker serviks dapat disembuhkan, namun sulit untuk mengetahui dengan pasti bahwa kanker tidak akan pernah kembali. Oleh karena itu, banyak dokter menggunakan istilah remisi. Remisi parsial berarti ada lebih sedikit tanda dan gejala kanker, sedangkan remisi lengkap berarti tidak ada tanda-tanda kanker yang terdeteksi.

Menurut penelitian yang dilansir dari halodoc, orang yang menerima pengobatan untuk kanker serviks stadium awal memasuki remisi hanya 10-15 persen yang mengalami kekambuhan. Lalu, bagaimana cara mengobati kanker serviks?

Bagaimana Cara Mendeteksi Kanker Serviks?

Inilah Cara Deteksi Dini Kanker Serviks

Berikut Lingkarjateng.id rangkum untuk Anda metode-metode pengobatan untuk kanker serviks.

1. Operasi

Metode pembedahan atau operasi biasanya disarankan oleh dokter setelah menganalisis kondisi pengidap. Ada beberapa operasi yang dapat dilakukan untuk menangani kanker serviks, diantaranya operasi untuk menghilangkan kanker saja, trakelektomi radikal, histerektomi total, histerektomi radikal dan eksentrasi panggul.

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi merupakan cara pengobatan kanker serviks dengan melibatkan sinar-X berenergi tinggi atau partikel radioaktif guna membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh. Cara mengobatinya pun dengan radioterapi yang dilakukan secara tunggal, tidak bersamaan dengan penggunaan obat-obatan atau pengobatan kanker serviks lainnya.

Ada tiga cara pemberian terapi radiasi untuk kanker serviks yakni, eksternal (mengarahkan sinar radiasi pada area tubuh sasaran), internal (meletakkan alat yang telah diisi dengan bahan radioaktif ke dalam vagina) dan eksternal (mengombinasikan kedua cara eksternal dan internal).

3. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan cara penanganan kanker serviks dengan menggunakan obat kimia untuk membunuh sel kanker. Dilansir dari hellosehat, tujuan pengobatan adalah menghancurkan sel-sel kanker agar dapat mengurangi kemungkinan rusaknya bagian sel-sel yang sehat.

Bagaimana agar Mudik Lebaran Tetap Aman untuk Ibu Hamil?

7 Tips Aman Mudik Lebaran Bagi Ibu Hamil

4. Terapi Target

Sel kanker dapat berkembang karena adanya pembuluh darah baru (angiogenesis). Pembuluh darah inilah yang membantu memberikan asupan nutrisi pada sel tumor untuk terus berkembang. Pada pengobatan ini untuk menghalangi berkembangnya pembuluh darah baru (angiogenesis inhibitor). Terapi sel target ini yang biasa digunakan adalah bevacizumab (avastin).

5. Imunoterapi

Imunoterapi merupakan cara pengobatan yang melibatkan penggunaan obat-obatan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan kanker. Jika sistem kekebalan tubuh kuat, akan semakin mudah untuk menghancurkan sel kanker. Imunoterapi umumnya untuk mengatasi kanker serviks yang telah menyebar ataupun kambuh kembali.

Demikianlah rangkaian perawatan untuk mengobati kanker serviks. Semoga informasi ini membantu Anda. (Lingkar Network | Jazilatul Khofshoh – Lingkarjateng.id)

Sumber Referensi:

Fadli, Rizal. (2021). Halodoc: Rangkaian Perawatan untuk Mengobati Kanker Serviks. Diakses pada 28 April 2022, dari https://www.halodoc.com/artikel/rangkaian-perawatan-untuk-mengobati-kanker-serviks

Hapsari, Annisa. (2021). Hellosehat: Berbagai Pengobatan Kanker Serviks dan Kemungkinan Efek Sampingnya. Diakses pada 28 April 2022, dari https://hellosehat.com/kanker/kanker-serviks/pengobatan-kanker-serviks/