SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota Salatiga meminta seluruh perangkat daerah menyiapkan mitigasi bencana agar berjalan lebih optimal.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan untuk mendukung kesiapsiagaan bencana, Pemkot Salatiga juga terus memperbarui kajian risiko bencana serta meningkatkan edukasi publik terutama bagi masyarakat di wilayah rawan.
“Kesiapsiagaan merupakan prioritas utama. Kami pastikan koordinasi lintas sektor berjalan kuat, termasuk peningkatan sistem peringatan dini,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu, 19 November 2025.
Robby berharap dengan langkah-langkah yang sudah disiapkan, Salatiga semakin siap menghadapi potensi bencana. Selain itu pemerintah memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi fokus utama dalam kebencanaan
Sementara itu, dalam dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada, Selasa, 18 November 2025,
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menyampaikan bahwa perencanaan kebencanaan harus berbasis kajian risiko. Ia menilai daerah perlu menjadikan hasil kajian tersebut sebagai dasar penyusunan rencana penanggulangan dan rencana kontingensi.
“BNPB juga tengah menyiapkan pengembangan sistem peringatan dini berbasis Artificial Intelligence (AI). Program ini melibatkan sinergi dengan BMKG, PVMBG, Kominfo, BRIN, dan Kementerian PUPR,” ungkapnya.
Raditya menyampaikan sejumlah rekomendasi jangka pendek bagi pemerintah daerah, di antaranya penguatan kebijakan berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS) dan integrasi mitigasi ke dalam RTRW, normalisasi sungai prioritas bersama Kementerian PUPR, penyempurnaan early warning system berbasis AI yang disertai simulasi berkala, serta optimalisasi Pooling Fund Bencana untuk mendanai kegiatan pra bencana.
Selain itu, BNPB mendorong pemda memperkuat koordinasi penanganan pascabencana, khususnya dalam fase transisi darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi agar sesuai standar nasional.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa






























