UNGARAN, Lingkarjateng.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Semarang memiliki kriteria tersendiri untuk sosok Bupati dan Wakil Bupati Semarang pada helatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.
Ketua DPC PBB Kabupaten Semarang, Joko Putranto, mengatakan bahwa calon pemimpin di Kabupaten Semarang harus sesuai dengan ciri khas serta visi-misi partainya. Selain itu, ia juga ingin Calon Bupati Semarang bisa menyejahterakan masyarakat dan memikirkan umat Islam di kabupaten setempat.
“Untuk calon pemimpin di Kabupaten Semarang ini, tentu kami memiliki kriteria khusus. Selain ia harus memiliki program memajukan dan mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Semarang juga harus dapat memikirkan umat Islam itu sendiri khususnya,” ungkapnya saat ditemui di Deklarasi Kompaks, Koalisi Partai Non Parlemen di Kabupaten Semarang, pada Jumat, 21 Juni 2024.
Selain itu, Joko juga menegaskan bahwa PBB sendiri merupakan partai di mana anggotanya kebanyakan berprofesi sebagai pengacara.
“Kita semua tahu, bagaimana perjuangan Ketua Umum kami, yakni Yusril Ihza Mahendra yang selalu fokus serta berkonsentrasi bahwa negara ini adalah negara hukum, dan negara yang memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakatnya,” imbuh dia.
Oleh sebab itu, jelas Ketua DPC PBB Kabupaten Semarang itu, sosok pemimpin Bupati dan Wakil Bupati Semarang pada Pilkada 2024 ini harus siap menegakkan hukum yang berlaku di Indonesia.
“Ya, hukum itu harus dibuat adil, tegak, dan murah di Kabupaten Semarang, karena kita tahu masyarakat kita yang berhadapan dengan hukum ini harus mengeluarkan biaya yang sangat-sangat mahal, sehingga kami harapkan pemimpin di wilayah kita nanti adalah orang yang juga fokus pada hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, Joko menginginkan calon pemimpin di Kabupaten Semarang harus dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Semarang.
“Kita tahu, wilayah Kabupaten Semarang ini adalah wilayah yang memiliki banyak sekali potensial, potensinya itu banyak. Contoh, industri, pertanian, pariwisata, dan lainnya ini banyak sekali, dengan demikian kami harap nantinya siapapun pemimpinnya dapat meningkatkan PAD kita demi kesejahteraan masyarakat banyak di Kabupaten Semarang,” katanya.
Peningkatan PAD yang ditargetkan kepada pemimpin Kabupaten Semarang terpilih di Pilkada 2024 nanti selain mampu mensejahterakan masyarakat juga mampu mendongkrak kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) di wilayah itu.
“Tentu dengan harapan jika PAD ini naik, ya UMK di Kabupaten Semarang bisa naik, tidak di angka Rp 2.582.287 saja, ini masih sangat sedikit untuk masyarakat kita, padahal di sini industri banyak,” bebernya.
“Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan pemimpin Kabupaten Semarang nantinya, dapat meningkatkan lagi kesejahteraan warga kita, dan mampu membawa Kabupaten Semarang lebih baik lagi,” pungkas Joko. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)































