KENDAL, Lingkarjateng.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal mencatat ada 10.911 surat suara DPR RI rusak. Jumlah kerusakan tersebut dari total 813.783 surat suara yang sudah melalui sortir dan dilipat tenaga sorlip di dua gudang KPU Kendal, yakni di gudang di Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh dan gudang Islamic Center Bugangin.
Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kendal, Rizky Kustyardhi, mengatakan jenis kerusakan pada surat suara sebagian besar karena cacat cetak seperti ada noda yang menutupi nama calon, nomor calon. dan juga robek.
“Yang DPR RI ada yang rusak itu total sejumlah 10.911 surat suara. Dan sejauh ini tadi ada laporan warna penanda surat suara. Misal seperti tadi DPRD Provinsi itu warnanya biru tapi kita lihat warnanya sampai ungu, nah kategorikan rusak dulu,” terang Rizky saat ditemui di gudang KPU Gedung Islamic Center Kendal, Kamis 11 Januari 2024.
Sesuai petunjuk teknisnya, jelas Rizky, jika ada perbedaan warna, namun masih senada maka masih bisa dipakai. Tetapi, jika sampai berbeda warna akan dipisahkan dahulu.
“Sejauh ini tidak ada kerusakan yang tercoblos paku atau jarum atau berlubang,” ucapnya.
Surat suara rusak akan dilaporkan ke KPU RI untuk melakukan pengadaaan jika nantinya dirasa masih ada kekurangan surat suara.
“Nanti kita laporkan dulu, kalau misalnya kurang nanti kita minta lagi,” ungkapnya.
Rizky menyatakan saat ini tenaga sorlip surat suara berjumlah 500 orang lebih. Ditargetkan proses sorlip selesai dalam rentang waktu dua minggu.
“Untuk target kita maksimal dua minggu, namun jika tidak bisa mencapai target kita akan menambah orang lagi. Kalau sekarang ini ada 260 orang di gedung Islamic Center dan 250 orang di Pucangrejo,” ucapnya.
Sementara itu Divisi Penanganan Pelanggaran Dan Data Informasi Bawaslu Kendal, Muhammad Athoillah, menyampaikan hingga saat ini Bawaslu terus melaksanakan pengawasan terkait sorlip surat suara. Pihaknya membagi tim yang bekerja dalam 2 shift, pagi dan siang.
“Untuk kerusakan sendiri kita temukan beberapa, tapi bukan tercoblos, kemudian sobek dan lain sebagainya. Hanya semacam ada noda-noda tinta, ada yang tersobek tapi bukan di angkanya,” papar Athoillah. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Koran Lingkar)
































