BLORA, Lingkarjateng.id – Pasar Ngawen di Kabupaten Blora telah rampung dibangun dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 30 Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kini mempersiapkan penempatan pedagang sekaligus penataan aktivitas pasar sebelum resmi dibuka.
Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan tahapan menuju operasional pasar ditandai dengan penyerahan operasional dan sosialisasi penataan pedagang pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam tahap tersebut, pedagang mulai menerima kunci untuk menata kios dan los masing-masing.
“Sekarang pedagang sudah ditungguin pembagian kuncinya. Kemudian boleh mulai menata. Nanti secara resmi, sesuai kesepakatan para pedagang, pada 30 Oktober dioperasionalkan,” katanya.
Ia menegaskan, penempatan kios dan los dilakukan berdasarkan hak masing-masing pedagang sesuai data pengajuan. Pemkab Blora juga memastikan tidak ada praktik titip nama maupun transaksi jual beli tempat berjualan di pasar tersebut.
“Semua pedagang bisa masuk ke sini, alhamdulillah semua masuk. Tidak ada titipan. Ini gratis dan tidak boleh diperjualbelikan. Harus ditempati sesuai haknya yang mendapatkan,” tegasnya.
Untuk memastikan aturan tersebut dipatuhi, pemerintah daerah akan melakukan pengawasan menggunakan data by name by address. Pedagang yang terbukti memperjualbelikan kios atau los akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain penataan tempat berjualan, Pemkab Blora juga menyiapkan pembinaan bagi pedagang terkait pengelolaan sampah, perparkiran, dan ketertiban lingkungan pasar.
Pengelolaan parkir akan dikoordinasikan dengan paguyuban terkait agar lebih teratur dan dapat mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Arief mengakui penyelesaian pembangunan Pasar Ngawen mengalami keterlambatan sekitar 38 hari dari jadwal yang ditetapkan.
Meski demikian, proyek tersebut kini telah selesai dan siap diserahterimakan untuk mendukung kegiatan perdagangan masyarakat.
“Memang agak molor. Namun, alhamdulillah bisa selesai dan siap diserahterimakan,” katanya.
Pasar Ngawen memiliki sejumlah fasilitas untuk menunjang aktivitas perdagangan. Fasilitas tersebut terdiri atas 85 kios di bagian luar, 70 kios di bagian dalam, 371 los kering, dan 98 los basah.
Pasar ini juga dilengkapi sensor asap dan api untuk mendeteksi potensi kebakaran, kamera pengawas (CCTV), ruang serbaguna, ruang laktasi, serta fasilitas penunjang lainnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Eko Wicaksono
Editor: Muslichul Basid





























