PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, mengajak masyarakat meramaikan kawasan Kuliner Jaman Sayki di UMKM Center, Jalan Raya Madukaran, Kedungwuni Barat, Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah mendorong pengembangan kawasan tersebut agar menjadi pusat kuliner sekaligus ruang pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sukirman mengatakan aktivitas kuliner di UMKM Center berlangsung setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.
“Ini kita buka pada hari Jumat, Sabtu, Minggu. Silakan generasi Gen Z, generasi milenial datang ke sini, berbagai pilihan aneka ragam jajanan jadul maupun jajanan kekinian. Dan bisa sambil jalan-jalan di sirkuit motor,” ujarnya saat menghadiri pembukaan dan tasyakuran Kuliner Jaman Sayki, Jumat, 9 September 2026.
Kuliner Jaman Sayki menawarkan beragam pilihan makanan, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner modern yang menyasar generasi muda.
Beragam jajanan tradisional yang tersedia di antaranya keong, sate kikil, kluban bothok, dan pindang tetel. Sementara itu, pilihan kuliner modern meliputi kopi, dimsum, dan cake.
Pemkab Pekalongan juga menyiapkan sejumlah kegiatan tambahan untuk meningkatkan kunjungan masyarakat. Salah satunya rencana penyelenggaraan bursa mobil bekas setiap Rabu, sehingga aktivitas di UMKM Center tidak hanya terpusat pada akhir pekan.
“Tadi Kepala Dinas Dinkop UKM dan Naker menyampaikan ada terobosan pameran mobil-mobil second, mobil-mobil yang masih layak jual. Ini tentu saja akan semakin menambah kesemarakan hari Rabu ya, karena untuk mengisi hari Jumat, Sabtu, Minggu yang memang ini jadi primadona masyarakat, lalu kemudian Rabunya kita isi dengan pameran mobil,” jelasnya.
Ketua DPRD Pekalongan Apresiasi Geliat UMKM Center Kedungwuni, Minta Dukungan Terus Ditingkatkan
Selain itu, pemerintah berencana mengaktifkan sirkuit motor. Pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan promotor agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan beragam acara yang mampu menarik pengunjung.
Pemerintah juga terbuka menerima berbagai ide dan kreativitas pelaku usaha dalam memasarkan produk lokal serta mengembangkan program tersebut menjadi lebih bermanfaat untuk masyarakat luas.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Argo Yudha Ismoyo, menjelaskan bahwa penataan UMKM Center dilakukan berdasarkan zonasi. Gedung A diperuntukkan bagi jajanan legendaris, Gedung B sebagai aula pertemuan, sedangkan Gedung C untuk jajanan modern.
“Gedung A itu untuk jajanan legendaris, Gedung B sebagai aula pertemuan, dan Gedung C ini nanti khusus jajanan modern. Insya Allah dan mudah-mudahan ini menjadi langkah awal supaya UMKM Center ini bisa ramai,” ujar Argo.
Menurut Argo, pengembangan kawasan juga mencakup pelebaran akses jalan, pemanfaatan sirkuit motor, serta rencana bursa mobil bekas setiap Rabu.
Namun, sejumlah fasilitas masih perlu dibenahi, terutama sarana mandi, cuci, kakus (MCK) dan pengelolaan sampah.
Ia menyebutkan, pedagang jajanan legendaris menghasilkan sekitar tiga gerobak sampah dalam sepekan. Karena belum tersedia gerobak pengangkut, sebagian pedagang terpaksa membakar sampah menggunakan tungku yang dibuat sendiri.
Untuk itu, Dinkop UKM dan Naker berencana mengajukan bantuan gerobak kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Untuk memperluas promosi, Dinkop UKM dan Naker akan menggandeng kalangan akademisi, termasuk ITSNU Pekalongan, melalui Laboratorium Digital Marketing yang telah dibangun.
Kolaborasi tersebut diharapkan membantu meningkatkan pengenalan UMKM Center kepada masyarakat luas.
Sementara itu, perwakilan pedagang Kuliner Jaman Sayki, Yanti, berharap kawasan tersebut dapat beroperasi setiap hari dengan dukungan kegiatan yang mampu menarik pengunjung.
Ia juga menginginkan adanya kolaborasi antara pedagang kuliner modern dan penjual jajanan legendaris agar aktivitas perdagangan semakin hidup.
“Harapan kami semoga ke depan kita itu bisa buka tiap hari. Dan harapannya untuk di lingkungan sini itu selalu ada kegiatan untuk bisa menarik para pengunjung agar bisa datang dan meramaikan kegiatan jualan kita. Dan kami juga berharap dengan adanya kita nanti kita bisa berkolaborasi dengan Legendaries. Jadi nanti nantinya ke depan di sini itu ramai tiap hari. Bahkan kalau bisa sampai malam pun kita siap,” ungkap Yanti.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa




























