JEPARA, Lingkarjateng.id – Skema prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diuji coba di Kabupaten Jepara. Pada tahap awal, uji coba diterapkan di SD Kanisius Kauman sebelum diberlakukan di sekolah lain.
Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar atau Gus Hajar meninjau langsung pelaksanaan uji coba tersebut pada Kamis, 8 Oktober 2026. Pemantauan dilakukan untuk memastikan mekanisme pengambilan makanan oleh siswa tetap memenuhi aspek gizi, kebersihan, keamanan pangan, dan ketertiban.
Saat ini, penerapan sistem prasmanan baru dilakukan di satu sekolah dari sembilan sekolah yang diproyeksikan menjadi lokasi penerapan pola tersebut. Jumlah siswa yang mengikuti program juga masih dibatasi, yakni peserta didik kelas 4, 5, dan 6.
Berbeda dengan pola pembagian makanan secara langsung, dalam sistem prasmanan siswa mengambil sendiri makanan yang telah disiapkan. Hidangan terdiri atas nasi, lauk, sayuran, dan buah.
Untuk menjaga kebersihan selama proses pelayanan, petugas dilengkapi sejumlah perlengkapan, antara lain penutup kepala, masker, dan sarung tangan.
Gus Hajar menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya menyangkut kualitas menu yang diberikan kepada siswa. Pemerintah juga memperhatikan seluruh rangkaian proses, mulai dari penyajian hingga perilaku siswa ketika mengambil makanan.
“Yang kita evaluasi bukan hanya makanannya, tetapi juga proses penyajian, kebersihan, keamanan pangan, dan ketertiban anak-anak saat mengambil makanan,” ujarnya.
Menurutnya, uji coba menjadi tahap penting untuk mengidentifikasi persoalan yang mungkin muncul sebelum sistem tersebut diterapkan secara lebih luas. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemampuan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan agar makanan tidak terbuang.
“Pelaksanaan uji coba di SD Kanisius Kauman telah berlangsung selama empat hari. Hasil pemantauan nantinya menjadi bahan evaluasi kami bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum pola prasmanan diterapkan lebih luas,” terangnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Muslichul Basid































