SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan Program Gentengisasi diluncurkan pada akhir November 2026 dengan kebutuhan awal sekitar 1,1 juta keping genteng. Program ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI sekaligus upaya mendorong penggunaan produk genteng lokal.
Rencana tersebut menjadi hasil dari rapat bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di ruang kerjanya pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berpesan agar pelaksanaan program disesuaikan dengan kesiapan produksi, distribusi, dan pembiayaan agar tidak membebani daerah.
Kepala Disperindag Jateng July Emmy mengatakan program tersebut berpotensi menggerakkan ekonomi daerah.
“Kalau potensi ekonomi, pasti ini akan memberikan multiplier effect. Mulai dari UKM-nya sendiri, kemudian angkutan, hingga toko-tokonya, semua bergerak,” katanya.
Saat ini terdapat 21 produsen genteng tanah liat di delapan kabupaten. Pemprov juga mendorong pengujian mutu, pendampingan SNI, dan peningkatan kapasitas produksi.
Program Gentengisasi juga akan disinergikan dengan Program 3 Juta Rumah dan proyek bedah rumah.

Editor: Sekar
































