Demak (lingkarjateng.id) – Bupati Demak Eisti’anah mengingatkan masyarakat agar bijak memanfaatkan kemajuan teknologi dan layanan keuangan di era digital. Digitalisasi selain mempermudah juga memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan.
Namun di sisi lain, kemudahan tersebut juga menyimpan risiko apabila tidak diimbangi dengan pemahaman dan kewaspadaan. Masyarakat dinilai perlu memiliki pemahaman yang cukup sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan.
“Sekarang akses masyarakat terhadap keuangan semakin luas. Tetapi kemudahan akses ini juga harus diikuti dengan pemahaman yang mendasar,” ujar Eisti’anah saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Edukasi Literasi Keuangan kepada Masyarakat di Pendopo Demak, Kamis (1/10).
Menurutnya, literasi keuangan menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui cara mengakses layanan keuangan, tetapi juga memahami risiko, biaya, kewajiban, serta konsekuensi dari setiap keputusan finansial yang diambil.
Lebih lanjut, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk mengenali layanan keuangan yang aman dan legal. Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan berbagai layanan digital serta bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
“Kondisi saat ini sangat berbeda dibandingkan masa lalu. Jika dahulu proses meminjam uang atau membeli barang membutuhkan proses yang relatif panjang, kini berbagai transaksi dapat dilakukan dengan cepat melalui perangkat digital,” katanya.
Eisti’anah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan besar. Selain mempertimbangkan manfaat dan risikonya, masyarakat juga perlu menjaga keamanan data pribadi ketika menggunakan layanan digital.
“Kemudahan tersebut jangan sampai membuat masyarakat mengambil keputusan secara impulsif. Termasuk ketika mendapatkan tawaran investasi dengan keuntungan yang terlihat sangat menggiurkan. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dan tetap berhati-hati dalam menjaga data pribadi. Setiap iklan yang lewat di gadget kita perlu diwaspadai. Jangan asal klik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Demak Azizul Miftah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan produk dan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.
Menurutnya, edukasi literasi keuangan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai layanan jasa keuangan, tetapi juga mendorong masyarakat agar menggunakan layanan keuangan yang aman dan legal.
“Terlebih di era digital saat ini, masyarakat juga menghadapi berbagai risiko penipuan dan kejahatan keuangan digital. Oleh karena itu, edukasi literasi perlu terus dilakukan sekaligus diikuti dengan perluasan akses terhadap layanan keuangan formal,” ujarnya. (Lingkar Network/Burhan)***
Editor : Adi Arfian































