KUDUS, Lingkarjateng.id – Sekitar 6 ribu dari total 11 ribu sasaran kelompok 3B di Kabupaten Kudus telah menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kelompok tersebut mencakup ibu hamil, ibu melahirkan, dan balita.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, dr. Abdul Hakam, mengatakan jumlah tersebut menunjukkan lebih dari separuh sasaran kelompok 3B di wilayah Kabupaten Kudus telah terjangkau program MBG.
“Saat ini kelompok 3B di Kabupaten Kudus yang sudah menerima MBG itu sekitar lebih dari 50 persen,” ucapnya.
Hakam menyebut, Kabupaten Kudus saat ini memiliki sekitar 108 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut. Dari sekitar 11 ribu sasaran kelompok 3B, diperkirakan 6 ribu di antaranya telah memperoleh MBG.
Menurutnya, penerima manfaat utama program MBG pada awalnya menyasar anak-anak usia sekolah. Namun, dalam perkembangannya pemerintah juga memasukkan kelompok 3B sebagai sasaran program berdasarkan ketentuan pemerintah pusat.
“Awalnya memang program MBG untuk anak sekolah, lalu seiring berjalannya waktu, kelompok 3B juga ikut jadi perhatian,” katanya.
Ia menilai kelompok ibu hamil, ibu melahirkan, dan balita membutuhkan perhatian khusus terhadap pemenuhan kebutuhan gizi. Dukungan asupan bergizi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung target pembentukan Generasi Emas 2045.
“Seperti ibu hamil itu kan memang butuh asupan gizi yang seimbang, tapi ini sudah mulai ke arah sana. Ibu hamil yang dapat itu sejak hamil di trimester pertama,” tuturnya.
DKK Kudus juga mendorong pengelola SPPG untuk berkoordinasi dengan dinas kesehatan dalam memastikan makanan yang disalurkan memenuhi kebutuhan gizi sesuai standar.
Hakam mengatakan, pihaknya membuka ruang konsultasi bagi SPPG yang membutuhkan pendampingan terkait penyusunan menu maupun pemenuhan gizi penerima manfaat.
Ia mengingatkan agar koordinasi dilakukan sejak awal sehingga berbagai persoalan dalam pelaksanaan program dapat diantisipasi dan tidak baru ditangani setelah terjadi masalah.
“Kami harap pihak SPPG juga bisa bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan nilai gizi menu MBG yang didistribusikan,” tandasnya.
Jurnalis: Nisa Hafidzotus S.
Editor: Muslichul Basid































