PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Tanggul Sungai Bremi di wilayah Pabean dilaporkan jebol setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama empat jam, Kamis dini hari, 26 Maret 2026. Akibatnya luapan air merendam wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Pekalongan.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, menyampaikan bahwa titik tanggul yang mengalami kerusakan berada di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Meski demikian, dampak banjir meluas hingga ke Kampung Pasir Sari, Kelurahan Pasir Kraton Kramat, Kota Pekalongan.
“Dari hasil pemantauan sementara, panjang tanggul yang jebol diperkirakan sekitar 15 meter,” ujarnya.
Menurutnya, tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. DPUPR Kota Pekalongan juga berkoordinasi dengan DPUPR Provinsi Jawa Tengah melalui PSDA Pemali Comal serta DPU Taru Kabupaten Pekalongan guna mempercepat respons darurat.
Sebagai langkah awal, pihaknya menyiapkan sekitar 5.000 karung pasir (sandbag) untuk menutup tanggul yang jebol. Selain itu, material tambahan seperti kayu dolken dan kayu sesek juga disiapkan oleh pemerintah provinsi.
“Kami sudah menyiapkan sandbag dan tim sudah turun ke lapangan. Kebutuhannya cukup banyak, kemungkinan sekitar 5.000 buah. Sebagian akan dibantu dari Kabupaten, dan dari Provinsi sudah menyiapkan kayu dolken serta kayu sesek. Pelaksanaan penanganan kemungkinan dilakukan setelah dhuhur, setelah material siap di lokasi,” jelasnya.
Upaya pengendalian genangan juga dilakukan dengan menyiagakan enam stasiun pompa, yakni Pompa Pabean Selatan, Pompa Pasir Sari, Pompa PKK, Pompa Sultan Syahrir, serta Pompa Randujajar Utara dan Selatan.
“Enam pompa sudah standby dan disiagakan, sehingga apabila sewaktu-waktu keadaan membutuhkan operasional segera sudah siap, petugasnya juga sudah siap,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, sembari memastikan penanganan darurat dilakukan secara maksimal melalui koordinasi lintas instansi.
“Kami memastikan penanganan darurat akan dilakukan secara maksimal melalui koordinasi lintas instansi.” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Tirto Kabupaten Pekalongan, Siswanto, melaporkan bahwa banjir telah merendam sejumlah permukiman di wilayahnya.
Data sementara menunjukkan genangan terjadi di lima RT di Desa Tegaldowo dengan sekitar 300 rumah terdampak, serta satu RT di Desa Mulyorejo yang mencakup sekitar 20 rumah.
“Ketinggian air rata-rata sekitar 20 sentimeter,” kata Siswanto.
Ia juga mengungkapkan bahwa panjang tanggul yang jebol diperkirakan mencapai sekitar 20 meter.
Menurutnya, pihak kecamatan telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD serta DPU Taru Kabupaten Pekalongan, dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa serta PSDA Provinsi Jawa Tengah untuk percepatan penanganan.
“Tadi pak Kades Tegaldowo juga sudah komunikasi dengan PSDA Provinsi Jateng. Penanganan sementara direncanakan dengan pemasangan trucuk, kemudian dilanjutkan penutupan menggunakan sandbag,” tandasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid
































