KUDUS, Lingkarjateng.id – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Kedungdowo, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus sempat mendapat keluhan dari wali murid penerima manfaat karena dinilai terlalu minimalis.
Bahkan menu MBG dari SPPG tersebut juga mendapat sorotan dari masyarakat karena nampak kurang layak, berbeda dengan SPPG lain di Kabupaten Kudus.
Sebelumnya, menu MBG SPPG tersebut sempat viral di media sosial karena terdiri dari kentang, saos sambal, buah melon, kedelai rebus dan fillet ikan lele.
Pengelola SPPG 1 Kedungdowo, Nanik Faizah pun memberikan klarifikasi terkait menu tersebut. Ia menyampaikan bahwa menu yang disalurkan kepada siswa sudah sesuai dengan standar gizi MBG.
“Menu ini sudah sesuai standar gizi yang telah ditetapkan,” katanya, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia memaparkan, pada porsi kecil yang diberikan kepada siswa TK hingga kelas 3 SD sederajat, makanan tersebut mengandung sekitar 581,31 kilokalori energi, dengan karbohidrat sekitar 44 gram, protein hampir 17 gram, lemak 39 gram, serta serat pangan 1,35 gram.
Sementara pada porsi besar bagi siswa kelas 4 SD ke atas, total kandungan gizi yakni sekitar 639,16 kilokalori energi, dengan karbohidrat 51 gram, protein 20,34 gram, lemak 41,34 gram, serta serat pangan 1,53 gram.
“Jadi menunya itu kami membuat potato wedges sebagai pengganti nasi, jadi memang tampak lebih kecil. Tapi standar gizinya tetap sesuai sebagai pengganti nasi,” ujarnya.
Nanik menjelaskan, alasan mengganti nasi dengan potato wedges karena ingin memberikan inovasi agar anak-anak penerima manfaat tidak bosan dengan menu MBG yang diberikan.
“Jadi memang kemarin (26 Januari 2026) itu kami baru berinovasi membuat menu pengganti nasi, karena memang SPPG kami baru beroperasi sekitar sepekan ini,” sebutnya.
Lebih lanjut, ia menyebut telah berkoordinasi dengan pihak sekolah yang menyampaikan keluhan wali murid terkait menu MBG dari SPPG 1 Kedungdowo.
“Kami menerima masukan yang ada dan akan melakukan inovasi. Dalam dekat ini, menu-menu dari SPPG kami juga akan dishare ke media sosial supaya bisa dipantau masyarakat juga,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S
Editor: Sekar S
































