PATI, Lingkarjateng.id – Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Desa Dengkek, Kecamatan Pati Kota, Kabupaten Pati, direndam banjir sejak empat hari lalu.
Banjir merendam permukiman warga dan jalanan desa dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa di sejumlah titik. Akibatnya, sejumlah jalan ditutup sehingga akses warga lumpuh.
Warga Desa Dengkek RT 9/RW 2, Darminto, mengatakan banjir di desanya telah berlangsung sejak empat hari lalu dengan ketinggian air yang mengalami pasang-surut.
Manurutnya, ketinggian banjir pada Jumat, 16 Januari 2026, menjadi yang paling tinggi sejak beberapa hari terakhir.
“Ini yang paling penuh (tinggi, red.),” katanya.
Darminto menyebut warga setempat hingga saat ini belum mengungsi karena kondisi air yang masuk ke dalam rumah belum terlalu tinggi.
“Agak timur itu pada ngungsi, kalau sini kan masih belum masuk rumah, masuk cuman dikit, kan nggak ngungsi,” katanya.
Menururnya, kondisi banjir di Desa Dengkek menyebabkan aktivitas warga setempat terganggu dan terpaksa harus libur bekerja.
Untuk memenuhi kebutuhan harian, ia mengaku hanya mengandalkan uang simpanan.
Darmanto mengatakan hingga saat ini belum ada bantuan dari pihak terkait.
Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan logistik berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan hidup warga.
“Kalau bisa sembako biar diproses sendiri-sendiri,” ujarnya.
Darmanto juga berharap pihak terkait dapat membenahi saluran drainase agar desa setempat tidak menjadi langganan banjir.
“(Harapannya) Saluran-saluran diperbaiki semua,” pungkasnya.
Editor: Rosyid




























