PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Jembatan penghubung di Dusun Randukuning, Desa Harjosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, ambrol pada Kamis malam, 15 Januari 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa itu terjadi saat wilayah setempat diguyur hujan deras, sehingga struktur jembatan tidak mampu menahan debit air.
Kapolsek Doro, Iptu Faridin, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan ambrolnya jembatan terjadi ketika kondisi cuaca masih hujan lebat.
“Kejadian semalam sekitar jam 9, pas posisi masih hujan,” ujar Faridin saat dikonfirmasi, Jumat, 16 Januari 2026.
Pasca kejadian, aparat kepolisian bersama perangkat desa langsung mengambil langkah pengamanan dengan memasang garis polisi di sekitar lokasi. Penutupan dilakukan untuk mencegah warga melintas dan menghindari potensi kecelakaan.
“Sementara baru dipasang police line sambil nunggu perkembangan perbaikan,” katanya.
Untuk menjaga kelancaran mobilitas warga, kepolisian bersama pemerintah desa telah menginformasikan jalur alternatif yang dapat digunakan. Akses sementara dialihkan melalui wilayah Sawangan maupun Dororejo. Informasi tersebut disampaikan secara langsung kepada masyarakat melalui pengeras suara di masjid dan musala setempat.
“Itu ada akses lain, tapi muter lewat Sawangan, bisa juga muter lewat Dororejo. Tadi sudah diumumkan pakai pengeras suara di masjid dan musala,” jelas Faridin.
Selain melakukan pengamanan, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Ambrolnya jembatan tersebut telah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum untuk ditindaklanjuti.
“Kami juga sudah melaporkan ke dinas pekerjaan umum,” tambahnya.
Pihaknya juga menegaskan tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
“kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada, terutama saat hujan deras, serta mematuhi pengalihan arus yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S






























