BLORA, Lingkarjateng.id – Meski sejumlah daerah Pantura Jawa Tengah tergeng banjir, beberapa harga kebutuhan pokok di Kabupaten Blora dipastikan tetap aman. Pasalnya, komoditas yang datang ke wilayah ini didominasi dari provinsi tetangga.
Akan tetapi, Plt Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dindagkop UKM, Indah Yuniatik mengatakan kenaikan harga hanya pada komoditas ikan dan garam imbas dari cuaca buruk.
“Stok bahan pokok di Blora aman. Tidak terimbas banjir. Dari area Pantura hanya ikan dan garam,” ujar Indah, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia pun menejaskan bahwa, beberapa komoditas seperti bawang merah, Telur dan daging ayam ras didatangkan dari Provinsi Jawa Timur. Sedangkan beras, cabai, dan gula dari lokal Kabupaten Blora.
“Untuk ikan informasinya ada kenaikan diakibatkan cuaca. Untuk detailnya ada di DP4,” katanya.
Sementara itu, Kabid Perikanan DP4 Blora, Ramiyana mengatakan banjir di Pantura mengakibatkan distribusi pengiriman ikan mengalami keterlambatan karena perjalanan menjadi macet.
“Adanya gelombang tinggi menjadikan nelayan mengurangi atau berhenti melaut sehingga ikan laut tidak ada, kalaupun ada harganya menjadi mahal,” terangnya.
Tak hanya itu, untuk stok ikan yang di tambak juga berkurang dengan adanya banjir, sehingga harga ikan menjadi mahal. Bahkan kenaikan harga ikan mencapai 60 hingga 80 persen.
“Seminggu ini naik Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu. Ikan banyar semula Rp 24 ribu perkilo menjadi Rp 32 ribu. Ikan Sero semula Rp 10 ribu per kilo menjadi Rp 16 ribu. Lalu ikan Tongkol besar semula Rp 14 ribu perkilo, menjadi Rp 21 ribu,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar S































