SEMARANG, Lingkarjateng.id – Jawa Tengah memasuki puncak musim hujan menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG juga mengeluarkan informasi prospek cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, mengatakan hujan diperkirakan masih mendominasi hampir seluruh wilayah Jawa Tengah. Beberapa wilayah sudah kerap dilanda hujan yang intensitasnya sedang hingga lebat
“Untuk wilayah Jawa Tengah sendiri hingga tiga hari sampai satu minggu ke depan memang masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” kata Farita pada Rabu, 14 Januari 2026.
Selain faktor musim, lanjut Farita, potensi hujan lebat juga dipengaruhi adanya pertemuan angin di wilayah Jateng yang turut meningkatkan pembentukan awan hujan.
“Biasanya di musim penghujan ini, sudah ada bibit hujan dari siang, sampai malam hari hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat,” terangnya.
Farita menyampaikan puncak musim hujan di Jateng berlangsung pada Januari hingga Februari. Pada periode ini, curah hujan tercatat cukup tinggi dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
“Untuk saat ini memang sudah tergolong puncaknya. Dilihat dari curah hujan yang tercatat dan dampak bencana yang ditimbulkan, menurut kami ini sudah masuk kategori cuaca ekstrem,” ujarnya.
Wilayah dengan potensi hujan paling tinggi umumnya berada di daerah pegunungan dan dataran tinggi.
Meski demikian, hampir seluruh wilayah Jateng saat ini memiliki tingkat kerawanan hujan yang cukup tinggi.
“Kalau melihat laporan dari teman-teman, hampir seluruh wilayah Jawa Tengah intensitas hujannya cukup tinggi. Namun biasanya memang wilayah pegunungan yang cukup tinggi,” katanya.
Terkait kondisi di wilayah Pantura timur, seperti Jepara, Pati, dan Kudus yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor, Farita mengatakan potensi hujan masih tetap ada dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk wilayah-wilayah tersebut, beberapa hari ke depan masih ada potensi hujan sedang hingga lebat. Masyarakat di Jateng timur seperti Jepara, Pati, dan sekitarnya perlu mewaspadai dan terus meng-update informasi dari BMKG,” imbaunya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, berhati-hati, dan menjaga kesehatan karena potensi hujan masih ada di sejumlah wilayah Jawa Tengah,” tuturnya.































