SEMARANG, Lingkarjateng.id – Hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut memicu terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor, khususnya di Kabupaten Demak, Kudus, dan Jepara.
BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyebut intensitas hujan tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama menjadi salah satu faktor utama terjadinya bencana di wilayah tersebut.
Forecaster BMKG Ahmad Yani Semarang, Gempita Icky Z, menjelaskan hujan deras yang terjadi secara terus-menerus meningkatkan potensi bencana di daerah rawan.
“Untuk bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah Pati, Kudus, Jepara, terjadi saat adanya hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama. Curah hujan tinggi tersebut dapat menjadi salah satu faktor terjadinya bencana,” ujar Gempita, Minggu, 11 Januari 2026.
Ia menambahkan, pada puncak musim penghujan ini, jenis bencana yang berpotensi terjadi meliputi banjir atau genangan, tanah longsor, angin kencang, hingga sambaran petir.
Namun, BMKG belum dapat memetakan secara detail wilayah mana saja yang paling berpotensi terdampak bencana serupa.
“Secara detail wilayahnya kami belum bisa memastikan, karena untuk kerawanan bencana merupakan ranah instansi lain. Namun karena Jawa Tengah sedang berada pada periode puncak musim hujan, hampir seluruh wilayah Jateng berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Potensi bencana sangat bergantung pada tingkat kerentanan masing-masing wilayah,” ungkapnya.
Terkait pola hujan tahun ini, Gempita menyebut secara umum masih memiliki kemiripan dengan tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, untuk informasi lebih rinci terkait karakteristik musim hujan, masyarakat dapat mengonfirmasi ke Stasiun Klimatologi Jawa Tengah.
BMKG memperkirakan potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan deras tersebut masih akan berlangsung hingga Februari mendatang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan rutin memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada, selalu mengupdate informasi dari sumber yang terpercaya, hindari kepanikan, serta ikuti arahan pemerintah setempat atau instansi terkait kebencanaan ketika adanya potensi maupun saat terjadi bencana,” katanya.
BMKG juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai kanal informasi resmi, seperti akun media sosial @infoBMKG, aplikasi InfoBMKG, serta laman cuaca.bmkg.go.id. Khusus informasi cuaca wilayah Jawa Tengah, masyarakat dapat mengikuti akun FB dan X @cuacajateng, Instagram cuaca_jateng, serta website stamet-ahmadyani.bmkg.go.id.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid





























