SALATIGA, Lingkarjateng.id – Kecelakaan lalu lintas fatal kembali terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah menabrak truk tronton yang parkir di badan jalan pada Sabtu malam, 10 Januari 2026.
Korban diketahui bernama Aimar Tegar Valdano (26), warga Kabupaten Semarang, yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi H 2720 CI.
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motornya menghantam bagian belakang truk tronton Mitsubishi bernomor polisi Z 9834 MG.
Kasat Lantas Polres Salatiga, AKP Henry Sulistyanta, mengatakan usai menerima laporan, pihaknya segera mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP, memasang tanda peringatan, mengamankan barang bukti, serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
Ia mengungkapkan kronologi kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah Kecandran menuju Cebongan.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, pada lajur kiri terdapat sebuah truk tronton yang sedang berhenti di badan jalan, diduga karena kehabisan bahan bakar.
“Karena jarak sudah terlalu dekat dan pengendara tidak sempat menghindar, sepeda motor membentur bagian belakang truk,” jelas AKP Henry, Minggu, 11 Januari 2026.
AKP Henry menyebut benturan keras mengakibatkan korban mengalami cedera kepala berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Kota Salatiga untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, pengemudi truk Mitsubishi Tronton berinisial H.K., warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Pihak kepolisian memperkirakan kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut mencapai sekitar Rp3 juta.
AKP Henry mengimbau pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, agar tidak berhenti di badan jalan tanpa pengamanan yang memadai.
“Apabila kendaraan mengalami kendala di jalan, segera pasang tanda peringatan seperti segitiga pengaman. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan fatal,” tegasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Rosyid































