SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan berencana berkantor di kelurahan setiap hari Kamis. Rencana ini untuk memangkas jarak birokrasi sekaligus memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Kehadiran pimpinan daerah di kelurahan bukan sekadar simbolik. Ini upaya nyata untuk memahami persoalan warga secara langsung,” katanya saat mengumpulkan seluruh camat dan lurah se-Kota Salatiga dalam kegiatan pembinaan dan rapat koordinasi yang digelar di Ruang Kerja Wali Kota, Rabu, 7 Januari 2026.
Dengan turun ke wilayah, Robby berharap proses pengambilan kebijakan bisa lebih cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Tidak boleh ada jarak antara wali kota, camat, dan lurah. Kalau komunikasi kita lancar, persoalan di bawah bisa segera ditangani,” ujarnya.
Robby mendorong agar setiap program pemerintah dilaksanakan tidak sekadar formalitas, tetapi memperhatikan kualitas dan dampaknya bagi masyarakat.
Ia mencontohkan program pengelolaan sampah, kedaulatan pangan, hingga Salatiga Sejuta Anggrek diharapkan mampu memberi nilai tambah bagi lingkungan dan estetika kota.
Pemerintah Kota Salatiga akan memberikan apresiasi kepada kelurahan yang dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah terbaik. Langkah ini diharapkan dapat memicu semangat kompetisi positif antarwilayah.
Dalam pertemuan tersebut, Robby juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarwilayah. Ia meminta para lurah aktif menginventarisasi potensi yang dimiliki kelurahannya masing-masing, mulai dari aset wilayah, pengelolaan sampah, hingga pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
“Tujuan kita satu, membangun Kota Salatiga dan menyejahterakan warganya. Kalau kita bergerak bersama, hasilnya akan lebih terasa,” pungkasnya.
Jurnnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa






























