DEMAK, Lingkarjateng.id – Wakil Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Selamet, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui dinas terkait segera melakukan survei dan mempercepat penanganan terhadap ruas-ruas jalan kabupaten yang rusak parah, terutama yang membahayakan masyarakat.
Ia mengatakan kondisi jalan berlubang diperparah hujan serta minimnya penerangan pada malam hari membuat pengguna jalan semakin berisiko mengalami kecelakaan.
“Saya mengimbau dinas terkait untuk survei jalan-jalan rusak yang sangat membahayakan masyarakat. Terutama saat hujan dan malam hari minim penerangan, karena jalan berlubang sangat riskan. Perbaikan terhadap jalan yang mengalami rusak parah perlu segera dilakukan,” ujarnya, baru baru ini.
Ia menilai kerusakan jalan menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas di Demak. Oleh karena itu, ia berharap dinas terkait aktif mendeteksi dan memetakan ruas-ruas yang membutuhkan penanganan cepat.
“Kalau jalan itu menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Demak, harusnya dilakukan perawatan menggunakan anggaran APBD,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) Kabupaten Demak, Eko Widiantoro, menjelaskan bahwa total panjang jalan yang menjadi kewenangan kabupaten berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) mencapai 909,584 kilometer (km).
Dari total tersebut, kondisi jalan dalam keadaan baik sepanjang sekitar 390 km, sedang 359 km, rusak ringan 86 km, rusak berat 73 km, kondisi mantap 750 km.
Eko mengatakan bahwa, setiap tahun Pemkab Demak telah menganggarkan peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan. Pada tahun ini, total anggaran untuk peningkatan, perbaikan, dan perawatan jalan mencapai Rp 105 miliar, yang dialokasikan untuk 163 kegiatan fisik.
Menurutnya, salah satu penyebab utama kerusakan jalan kabupaten adalah struktur tanah yang labil di wilayah Demak. Selain itu, banyaknya truk bermuatan berat yang melintas di ruas jalan yang tidak sesuai kelasnya turut mempercepat kerusakan jalan.
“Jalan kabupaten sering rusak karena struktur tanahnya. Ditambah lagi sering dilalui truk-truk besar bermuatan berat, sehingga kerusakan semakin cepat terjadi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan beberapa jalan yang masuk kategori prioritas perbaikan antara lain Onggorawe–Pilangsari yang telah mulai dikerjakan, kemudian Dempet–Mintreng, dan ruas Karanganyar–Merak yang juga mengalami kerusakan cukup parah.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid




























