PATI, Lingkarjateng.id – Arena lintasan sepatu roda di komplek Stadion Joyokusumo Pati bakal dibongkar, menyusul rencana renovasi besar-besaran stadion oleh pemerintah pusat pada 2026.
Lintasan sepatu roda itu sebelumnya dibangun untuk kompetisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah pada 2025 dengan anggaran hampir Rp500 juta dari APBD Pati.
Pembongkaran arena lintasan sepatu roda sudah disampaikan kepada Bupati Pati Sudewo. Rencana ini sekaligus pembongkaran Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang masih satu kompleks.
Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kabupaten Pati, Harsiman, mengaku gelisah dengan rencana itu. Pembongkaran itu membuatnya tidak lagi memiliki arena latihan pada kejuaraan Porprov Jateng tahun depan.
“Memang saya sedikit gelisah. Dari pengurus provinsi hingga nasional sudah tahu dengan rencana ini, mereka support. Event sepatu roda (Kejurprov) besok juga bagian itu. Berpesan kepada pemerintah ini jangan dihilangkan,” ujar Harisman, Jumat, 14 November 2025.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pati sudah memberikan aba-aba akan memindahkan arena sepatu roda di Alun-Alun Kembang Joyo.
Kendati begitu, pihaknya tetap khawatir renovasi besar-besaran itu membuatnya tidak bisa lagi berlatih di Stadion Joyokusumo untuk selanjutnya.
“Tapi kemarin saat kunjungan DPR RI, kita diganti venue-nya di Alun-Alun Kembang Joyo, intinya diganti, tapi penggantinya kan pasti dari APBD. Pembongkaran kan juga dari APBD, anggaran Rp150 miliar itu kan untuk renovasi stadion saja,” bebernya.
Saat ini pihaknya masih bisa menggunakan arena sepatu roda ddi stadion hingga April 2026. Namun, setelah itu, ia harus memutar otak mencari tempat latihan baru.
“Kita latihan pengganti di mana yang speed-nya kan kita perlu venue. Mungkin latihan bisa di Semarang, tapi kan dibatasi jadwalnya, apalagi banyak anak-anak yang sudah di kelas 6 dan 3 SMA dan 3 SMP. Dia mau lulusan juga perlu fokus kalau latihan di luar kasihan,” ujarnya.
Ia pun berharap nantinya ada titik temu dari pemerintah daerah maupun Perserosi. Harisman mengaku mendukung pembangunan. Namun dirinya tidak mau mengorbankan atletnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa

































