SEMARANG, Lingkarjateng.id – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berencana untuk mengembangkan wisata Pantai Mangunharjo di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.
“Kita ingin membangun Pantai Mangunharjo, yang terletak di wilayah Mangkang Kulon, menjadi wisata pantai murah tapi indah untuk masyarakat umum,” kata Agustina saat gowes bersama OPD dan masyarakat di wilayah Pantai Mangunharjo pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Agustina menjelaskan bahwa Pantai Mangunharjo memiliki potensi besar, mulai dari panorama alam hingga keberadaan UMKM lokal. Oleh karena itu, dirinya telah meminta Penjabat (Pj.) Sekda Semarang agar melakukan pemetaan dan penataan lingkungan.
“Kalau memungkinkan, kita akan membangun lebih bersih dan lebih rapi, sehingga PKL bisa berjualan dengan sehat, tapi biaya ke sini harus tetap murah,” tegasnya.
Menurut Agustina, sebagian aset di kawasan Pantai Mangunharjo merupakan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan sebagian lainnya milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Adapun aset milik Pemprov yang ada di Pantai Mangunharjo adalah gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Pemkot Semarang kini tengah mengajukan proses hibah agar aset tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
“Ini sedang proses hibah, nanti ke depan kita maksimalkan supaya bisa dibangun lebih baik lagi,” jelasnya.
Pantai Mangunharjo sendiri memiliki daya tarik khas bagi wisata pesisir Kota Semarang, mulai dari konservasi hutan mangrove, spot memancing dan TPI Mangkang, serta penjual UMKM di pesisir pantai, hingga panorama sunset yang eksotis.
Dengan dilakukan pengembangan, Agustina berharap Pantai Mangunharjo menjadi destinasi unggulan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan inklusif.
Selain soal pengembangan wisata, Agustina juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di tengah situasi keamanan di Indonesia, termasuk Kota Semarang, yang tengah menghangat.
Ia menyebut gowes sembari menyapa warga merupakan salah satu cara untuk mempererat kebersamaan.
“Kita gowes, sembari menyapa masyarakat agar mereka merasa rileks. Kalau buka medsos, saat ini kan bikin perut mules, jadi saya ingin menyapa istilahnya saling menghibur, situasi kondusif ini yang harus kita jaga,” pungkasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid




























