KUDUS, Lingkarjateng.id – Tiga SMP asal Kabupaten Kudus melaju ke babak sepuluh besar Lomba Dialog Berbahasa Jawa Dialek Muria Tahun 2025 tingkat Eks Karesidenan Pati yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X.
Ketiga sekolah itu yakni SMP Negeri 5 Kudus yang membawakan karya berjudul Dandangan: Tradisi Tak Lekang oleh Waktu; SMP Negeri 1 Dawe lolos dengan karya Bukak Luwur Makam Sunan Muria; SMP Negeri 1 Jati dengan karya berjudul Ora Jujur Kojur.
Tim tersebut akan mengikuti grand final pada 3 September 2025 mendatang di Hotel Griptha Kudus.
Kepala SMP Negeri 1 Jati, Sumaryatun, mengaku senang sekaligus bangga karena timnya berhasil lolos sepuluh besar. Menurutnya keiikutsertaan dalam lomba Bahasa Jawa tidak hanya untuk mengukir prestasi, akan tetapi sebagai upaya melestarikan warisan budaya.
“Kami mengikuti lomba ini karena tujuannya bagus, anak-anak bisa mahir bahasa daerah termasuk dialek muria. Karena kemarin pun saat menentukan dialek itu yang di Kudus ternyata banyak yang sudah tergantikan dengan bahasa-bahasa gaul,” ucapnya.
Sumaryatun mengungkapkan bahwa SMP 1 Jati memilih tema manuskrip, dan menyusun karya berupa video berjudul Ora Jujur Kojur. Video tersebut menampilkan dialog antara dua siswa menggunakan dialek muria khas Kudus, seperti “gonem” yang berarti “punya mu”.
“Durasi video kemarin ditetapkan antara 5 sampai 7 menit. Kami buat video penampilan dua siswa kami, ternyata chemistry-nya bagus dan alhamdulillah bisa lolos,” tambahnya.
Judul Ora Jujur Kojur dipilih dari cuplikan salah satu tembang macapat Gambuh. Tembang macapat ini mengandung pesan agar seseorang harus jujur, apabila tidak jujur maka dia akan hancur dengan ketidakjujurannya sendiri.
“Harapannya dengan adanya lomba seperti ini bisa mengajarkan pada anak-anak bahwa dialek-dialek lokal warisan leluhur perlu untuk dilestarikan,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa





























