Kudus (lingkarjateng.id) – Menanamkan budaya gemar membaca sejak dini bagi anak sangatlah penting. Di Kudus, gedung perpustakaan daerah dimanfaatkan juga sebagai destinasi wisata edukasi favorite bagi anak-anak ditambah pula fasilitasnya yang lebih representatif.
“Iya sejak dibuka untuk umum, animo masyarakat semakin terus meningkat. Terutama saat hari libur,” kata Mutrikah, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus ditemui wartawan pada Senin (2/3/2026).
“Banyak orang tua yang membawa anak usia balita hingga sekolah dasar untuk menikmati suasana perpustakaan yang nyaman dan ramah anak,” sambungnya.
Mutrikah menyebut, selama bulan suci Ramadhan ini layanan tetap dibuka pada Sabtu dan Minggu. Namun jam operasionalnya dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.
“Meskipun tidak beroperasi penuh sehari, namun antusiasme masyarakat tetap tinggi,” ungkapnya.
Ke depan pihaknya akan meningkatkan sosialisasi agar kunjungan masyarakat semakin bertambah. Apalagi, gedung baru dengan lahan parkir yang luas memungkinkan penyelenggaraan berbagai kegiatan pendukung.
“Dengan gedung baru dan lahan parkir yang luas, bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang menarik minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan,” jelas Mutrikah.
Bahkan, sejumlah agenda seperti bazar buku dan kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) direncanakan digelar di kawasan perpustakaan. Selain itu, Arpusda Kudus juga menggandeng berbagai komunitas untuk mendukung program literasi dan kegiatan edukatif lainnya.
Salah seorang warga Bae, Kudus mengatakan sengaja mengajak dua anaknya berkunjung pada akhir pekan lalu. Satu anaknya masih duduk di bangku taman kanak-kanak, sementara satunya masih balita.
“Tujuannya, selain berwisata murah juga mengenalkan anak dengan buku, agar gemar membaca dibandingkan memegang gawai,” ucap Wawan.
Sedangkan pengunjung lainnya, Arroyyan mengaku tertarik datang karena mendapat informasi bahwa gedung perpustakaan kini baru dan koleksi bukunya lengkap.
“Ruangannya benar-benar nyaman, sehingga bisa membaca sambil tiduran di sofa. Banyak tempat yang bisa digunakan untuk membaca dengan cara santai dan menyenangkan,” ujar siswa kelas IV sekolah dasar ini.
Diketahui, kompleks perpustakaan baru tersebut terdiri atas empat gedung. Gedung A difungsikan sebagai ruang referensi dengan koleksi yang hanya bisa dibaca di tempat.
Sementara gedung lainnya digunakan sebagai ruang multimedia, ruang baca umum untuk dewasa, serta ruang baca anak-anak yang sangat unik dan menarik, serta tidak terkesan kaku buat meningkatkan minat membaca anak. Koleksi bacaan di masing-masing gedung telah disesuaikan dengan fungsinya.
Gedung perpustakaan baru ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp8,43 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional dan selesai dikerjakan pada pertengahan Desember 2025.
Sebagai informasi, Perpustakaan Daerah Kudus kini telah memiliki sekitar 34.000 judul buku dengan total koleksi puluhan ribu eksemplar. Koleksi akan dimaksimalkan guna mendukung peningkatan literasi masyarakat serta jadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan rekreasi edukatif bagi keluarga. *** Editor : Fian





























