BLORA, Lingkarjateng.id – Puluhan warga Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Blora menghentikan mobilisasi alat berat yang menuju proyek pengeboran sumur Eksplorasi Migas Darajingga (DRJ-001) di Dukuh Nglaren, Selasa malam, 9 September 2025.
Aksi tersebut berlangsung di depan Mapolsek Kradenan. Hal ini diduga dipicu karena PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) belum melakukan sosialisasi kepada warga ring 1.
Warga sempat melakukan adu argumen dengan pihak PT PDSI. Setelah terjadi kesepakatan terkait rencana sosialisasi, akhirnya armada diizinkan masuk ke lokasi proyek. Proses negosiasi tersebut mendapat pengawalan ketat dari Polsek Kradenan.
Kepala Desa Mendenrejo Supari saat dikonfirmasi mengungkapkan, sampai saat ini belum ada sosialisasi oleh pihak PT PDSI. Tapi, ia mengaku pernah diundang oleh Camat, Kapolsek dan Danramil bersama perwakilan PT PDSI.
“Sekitar sepuluh hari yang lalu pernah diundang. Katanya mau ada sosialisasi. Tapi ternyata tidak ada dan alat berat sudah datang dan dikirim. Saya tidak tahu. Terus koordinasi movingnya bagaimana? Kok seolah-olah kami tidak dikasih tahu,” ujar Supari, Rabu, 10 September 2025.
Seharusnya, kata dia, dari PDSI melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat yang terdampak agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan ketika proses moving.
“Harapannya harus ada sosialisasi dulu. Biar saya selaku pemangku kebijakan yang ada di desa tidak disalahkan warga, ketika nanti ada hal- hal yang tidak diinginkan. Kalau ada sosialisasi dulu, kita tidak disalahkan. Kalau tidak ada sosialisasi, kalau terjadi apa-apa, yang disalahkan pemerintah desa. Intinya harus ada sosialisasi, biar tidak saling curiga,” ungkapnya.
Menurut Priyanto warga Desa Mendenrejo, warga setempat tidak tahu adanya rencana mobilisasi tersebut. Ada belasan kendaraan yang telah melakukan mobilisasi alat.
“Bagaimana dampak adanya proses ini, warga juga tidak ada yang tahu,” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan Wahyu warga Desa Mendenrejo. Menurutnya, PT PDSI secepatnya harus melakukan sosialisasi. Karena ini menyangkut keselamatan warga sekitar.
“PT PDSI harus segera sosialisasi. Agar tidak timbul masalah dikemudian hari,” ujarnya.
Sementara itu, Humas PT PDSI Aris Kuncoro saat dikonfirmasi melalui Whatsaps, Rabu, 10 September 2025 belum menjawab pertanyaan wartawan.
Pun Kasatlantas Blora AKP Anggito saat dimintai keterangan menyampaikan sampai saat ini belum ada koordinasi atau surat terkait pengawalan di Satlantas.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Sekar S
































