KUDUS, Lingkarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mendorong rekayasa cuaca sebagai salah satu pendukung penanganan banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Kudus.
Curah hujan tinggi sejak 9 Januari 2026 mengakibatkan debit air sungai terus meningkat hingga menyebabkan banjir.
Oleh karena itu, Wagub Jateng mendorong koordinasi para pemangku kepentingan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk menyiapkan langkah-langkah teknis penanganan bencana, termasuk rekayasa cuaca.
“Selama empat hari tidak ada matahari. Hasil koordinasi dengan BBWS memang perlu dilakukan rekayasa cuaca,” ujar Wagub Jateng saat meninjau Posko Bencana Banjir di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Selasa, 13 Januari 2026 malam.
Untuk penanganan banjir dan genangan air, Pemprov Jateng juga berkoordinasi dengan BBWS untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan bantuan pompa air.
Namun, melimpahnya air sungai saat ini masih menjadi kendala utama dalam percepatan surutnya banjir.
Wagub juga menyoroti kondisi posko pengungsian komplek Sekolah Hidayatus Shibyan. Posko ini telah dilengkapi dapur umum, layanan kesehatan, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Dari 105 jiwa yang mengungsi, Wagub Jateng menyoroti kondisi warga rentan, termasuk seorang penderita stroke yang masih bertahan di rumah terdampak banjir.
Ia meminta tenaga kesehatan segera mengevakuasi pasien tersebut ke puskesmas untuk mendapat perawatan lebih baik.
Pada kesempatan itu Wagub Jateng juga menyalurkan bantuan senilai Rp188 juta berupa makanan siap saji, lauk pauk, tenda keluarga, kasur, dan selimut.
Bantuan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Sementara itu, Kepala Dusun Karangmalang, Sumijan, menyebut kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi sembako, selimut, serta popok bayi dan lansia.
“Fasilitas kesehatan alhamdulillah terpenuhi. Semoga warga tetap sehat sampai banjir berakhir,” ujarnya.
Data sementara terdapat 2.082 rumah terendam banjir dan 2.487 kepala keluarga atau 8.043 jiwa terdampak. Ketinggian air mencapai 5 hingga 55 sentimeter yang juga merendam pula 106,4 hektare lahan sawah.
Pemerintah Kabupaten Kudus juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 19 Januari 2026 dan terus mengintensifkan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan banjir.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa































