REMBANG, Lingkarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng), Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, menegaskan pentingnya refleksi peran Kementerian Agama (Kemenag) sekaligus penguatan sinergi lintas sektor dalam pembangunan sumber daya manusia dan kerukunan umat beragama di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama di MAN 2 Rembang, Sabtu, 3 Januari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Yasin bertindak sebagai inspektur upacara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan lintas sektoral yang diikuti jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.
Gus Yasin menyampaikan bahwa momentum Hari Amal Bhakti menjadi ajang refleksi terhadap berbagai program Kemenag yang telah berjalan, baik di lingkungan internal maupun yang langsung menyentuh masyarakat hingga ke desa-desa di Jawa Tengah.
“Program-program Kementerian Agama ini tidak hanya berjalan di institusi, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat. Ini menjadi kekuatan penting dalam membangun Jawa Tengah yang harmonis,” ujar Gus Yasin.
Ia menekankan bahwa sinergi dan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Kementerian Agama, khususnya melalui Kanwil Kemenag, harus terus diperkuat.
Ke depan, Gus Yasin mendorong agar kolaborasi tersebut diperluas hingga kantor Kemenag di tingkat kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Rembang.
Menurutnya, sejumlah kolaborasi yang telah berjalan membuahkan hasil positif, terutama dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama.
Ia menyebut beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Salatiga, Magelang, dan Semarang bahkan telah dinobatkan sebagai daerah ramah dan toleran, berkat pembinaan yang konsisten bersama Kemenag.
Selain itu, Gus Yasin juga menyoroti program bantuan insentif bagi guru-guru agama yang telah berjalan selama enam tahun terakhir. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Agama, mulai dari tingkat kanwil hingga kabupaten/kota.
“Peran guru agama sangat strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa. Karena itu, dukungan melalui insentif ini harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.
Gus Yasin berharap dirinya dapat terus turun langsung ke daerah-daerah guna memperkuat sinergi di tingkat kabupaten/kota, agar kerja sama antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama semakin optimal dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Semoga sinergi yang kuat ini mampu memperkokoh kerukunan, meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Tengah,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid
































