REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Rembang menyambut kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 dari dua perguruan tinggi, yakni STAI Al-Anwar Sarang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penyambutan berlangsung pada Selasa, 8 Juli 2025 di aula lantai 4 Kantor Setda Rembang.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Rembang H. M. Hanies Cholil Barro’, Wakil Ketua II STAI Al-Anwar Ali Jakfar, Ketua P3M STAI Al-Anwar Abdul Majid, serta Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga Abdul Qoyyum. Turut hadir juga jajaran dosen pembimbing lapangan (DPL), tim gugus KKN dari masing-masing perguruan tinggi, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perangkat desa dari wilayah lokasi KKN.
Sebanyak 31 mahasiswa dari STAI Al-Anwar akan melaksanakan KKN di dua desa, yaitu Desa Dadapan di Kecamatan Sedan dan Desa Mrayun di Kecamatan Sale. KKN ini mengusung tema “Menyemai Kolaborasi Meningkatkan Partisipasi Bidang Keagamaan dan Lingkungan” yang berlangsung dari 8 Juli hingga 19 Agustus 2025.
Sementara itu, UIN Sunan Kalijaga mengirimkan 90 mahasiswa untuk KKN di empat desa: Desa Dadapan, Kumbo, dan Lemah Putih di Kecamatan Sedan, serta Desa Ngroto di Kecamatan Pancur. Tema yang diusung adalah “KKN UIN Sunan Kalijaga Berdampak: Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Pembangunan Lingkungan, Pendidikan, dan Layanan Keagamaan.”
Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’, menyambut baik kehadiran mahasiswa dan mendorong agar kegiatan KKN dapat ikut memetakan persoalan strategis daerah.
“Kolaborasi ini mesti selalu dilakukan, baik antarmahasiswa, dengan pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten. Terutama fokus saya saat ini adalah soal stunting dan kemiskinan ekstrem. Saya harap mahasiswa dapat memetakan persoalan ini,” ujarnya pada 8 Juli 2025.
Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa memberikan kontribusi riil dan tidak sekadar melakukan kegiatan simbolik seperti plangisasi sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau adik-adik mahasiswa ini punya ide dan inovasi luar biasa, saya tunggu nanti di saat pelepasan. Kami harap ada rekomendasi nyata yang bisa ditindaklanjuti Pemkab,” tambahnya.
Kepala BAPPEDA Rembang, Affan Martadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini sangat strategis karena bersamaan dengan proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rembang.
“Kami akan menetapkan PIC dari tiap perangkat daerah untuk mendukung program mahasiswa di lapangan. Harapannya, kegiatan ini bisa menghasilkan data dan masukan yang bermanfaat untuk pembangunan daerah,” jelas Affan, Selasa, 8 Juli 2025.
Sementara itu, Wakil Ketua II STAI Al-Anwar Ali Jakfar mengungkapkan bahwa kampusnya menerjunkan 317 mahasiswa untuk KKN di berbagai wilayah Jawa Tengah, termasuk di Rembang yang telah menjadi mitra sejak 2015.
“Tahun ini kami juga bekerja sama dengan Pemprov Jateng untuk mendata Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan mengembangkan SDM berbasis SDGs. Semoga kolaborasi ini membawa Rembang menuju kemajuan,” ujarnya.
Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyyum, menegaskan bahwa program KKN adalah bagian dari kontribusi nyata mahasiswa terhadap persoalan masyarakat.
“Anda bukan superman yang datang membawa semua solusi. Tapi setidaknya, Anda bisa memetakan masalah dan mulai membangun keberlanjutan. Tema kami adalah ‘berdampak’, dan itu adalah semangat yang kami tanamkan,” jelasnya.
Turut hadir dalam acara ini para camat dari wilayah lokasi KKN, yakni Camat Sedan dan Camat Sale, serta kepala desa dari lima desa lokasi KKN: Mrayun, Dadapan, Kumbo, Lemah Putih, dan Ngroto. Hadir pula perwakilan OPD seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda, dan dinas-dinas teknis lainnya.
Pemerintah Kabupaten Rembang menyampaikan kesiapan untuk mendukung penuh pelaksanaan program-program mahasiswa selama KKN berlangsung, termasuk menyediakan jalur koordinasi langsung melalui dinas terkait.
Dengan sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, diharapkan program KKN tahun ini benar-benar dapat membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Rembang.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Sekar S





























