PATI, Lingkarjateng.id – Bantaran Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati kembali ambrol sepanjang kurang lebih 50 meter setelah diterjang banjir, Sabtu malam, 1 November 2025.
Debit air kiriman dari wilayah Pati selatan diduga membuat aliran sungai Widodaren meluap dan menghantam bantaran sungai yang masih rawan sebelumnya.
Kondisi tersebut mengancam sedikitnya 15 rumah warga di pinggiran sungai. Selain itu, lokasi tanggul yang berada di jalur vital Pantura Juwana–Rembang juga membahayakan keselamatan pengendara.
Warga Desa Ketitangwetan, Sujono mengatakan sebelumnya pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah meninjau lokasi ambrolnya bantaran sungai Widodaran, namun belum ada tindakan darurat hingga tanggul kembali ambrol.
“Minta kepada Pemerintah Pusat turun langsung karena dari Pemerintah Kabupaten sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. Cuma disurvei, sampai jebrol lagi belum ada tindakan darurat apa-apa,” ungkapnya ditemui wartawan, Minggu, 2 November 2025.
Warga pun mendesak Pemkab Pati maupun Balai Besar Wilayah Sungai, (BBWS) untuk segera melakukan penanganan darurat demi mencegah longsor.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Sekar S
































