REMBANG, Lingkarjateng.id – Persatuan Tenis Lawn Indonesia (Pelti) Kabupaten Rembang resmi menggelar Turnamen Tenis Pelti Rembang Cup 2025 sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-284. Turnamen ini dibuka pada Sabtu pagi, 2 Agustus 2025, bertempat di lapangan tenis SMPN 2 Rembang.
Turnamen dibuka pada pukul 08.00 WIB dan sedianya diresmikan oleh Bupati Rembang. Namun karena berhalangan hadir, acara pembukaan diwakili oleh Asisten I Sekda Kabupaten Rembang, Agus Salim.
Turnamen ini diikuti oleh para pegiat tenis dari berbagai klub lokal di Rembang, seperti Manunggal, Baskoro, BTC, Aneka, Jumbo, MKKS, dan HOKY.
“Pesertanya masyarakat Rembang secara umum, terutama yang hobi tenis,” ujar Suranto, Ketua Panitia saat diwawancarai di lapangan, Sabtu, 2 Agustus 2025.
“Pokoknya semua pemain tenis yang ada di Rembang kalau yang berminat ikut ya silakan, nah jadi kita kelompokkan untuk kemampuannya,” lanjutnya.
Para peserta dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kemampuan, yaitu Kelompok A dengan 18 pasangan dan Kelompok B dengan 32 pasangan. Semua pertandingan menggunakan format ganda, dan pasangan ditentukan melalui sistem undian.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung setiap akhir pekan pada tanggal 2, 3, 8, 9, dan 10 Agustus 2025, dengan babak final akan digelar pada Minggu, 10 Agustus. Jadwal akhir pekan dipilih agar tidak mengganggu aktivitas para peserta, yang mayoritas merupakan pekerja, termasuk guru-guru.
Ajang ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk membangkitkan semangat dan perhatian terhadap pembinaan atlet muda di Rembang, meskipun diakui bahwa saat ini bibit-bibit muda masih sangat minim.
“Kita sudah mencoba menggalang dari sekolah-sekolah tingkat SMP, tapi sayangnya belum berjalan konsisten. Harapannya para guru yang ikut bisa memotivasi murid-muridnya agar mau latihan,” tambah panitia.
Sukirno Latif, salah satu peserta dari Klub Jumbo, mengaku mengikuti turnamen ini lebih untuk menjaga kesehatan dan menjalin kebersamaan.
“Bermain tenis itu bikin sehat, banyak teman, bergembira. Masalah menang kalah itu enggak penting, yang penting kita hepi dan panjang umur,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini bisa menjadi daya tarik bagi anak-anak muda agar mulai melirik olahraga tenis.
“Anak remaja masih belum banyak yang tertarik, baru beberapa saja yang rutin latihan. Mudah-mudahan dengan adanya turnamen seperti ini mereka makin berminat,” imbuhnya.
Turnamen ini menjadi bukti semangat komunitas tenis di Rembang yang terus berusaha menjaga eksistensi olahraga tenis, sekaligus mendorong lahirnya generasi baru atlet tenis daerah.
“Kita ambil juara 1, 2, dan 3 (perkategori/red).
Ini termasuk agenda tahunan Pelti, tiap kali jatuh hari 17an sama memperingati hari jadi kita tetap (melaksanakan) seperti kalender tetap,” kata Suranto.
Ia menambahkan bahwa acara ini selain untuk menjaga tradisi dan ajang silaturahmi antar klub, juga diharapkan bisa memotivasi guru-guru agar mengajak dan membina muridnya mengenal tenis sejak dini.
Jurnalis: Muhammad Faalih






























