SALATIGA, Lingkarjateng.id – Sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Salatiga mendesak Pemerintah Kota dan DPRD untuk membuka secara transparan proses pembangunan Taman Wisata Religi (TWR) di Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo. Mereka menilai banyak hal di lapangan yang perlu dievaluasi, mulai dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga spesifikasi material bangunan.
Ketua HMI Salatiga Saiful Anwar yang menjadi juru bicara elemen mahasiswa mengatakan, pihaknya telah dua kali melakukan observasi lapangan dan menemukan sejumlah kejanggalan.
“Kami sudah turun ke lokasi dua kali. Saat kami mencoba bertanya kepada mandor proyek, justru mendapat respons yang tidak baik dan terkesan menghindar. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” ujarnya, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Mahasiswa, lanjut Saiful, menilai aspek keselamatan kerja dan kualitas material harus menjadi perhatian serius agar proyek tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Apa yang kami lakukan ini murni bentuk kepedulian terhadap proyek publik. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi, tidak mangkrak, dan tidak ada penyimpangan,” tegasnya.
Ia menyatakan bahwa mahasiswa berkomitmen akan terus mengawal pembangunan TWR hingga selesai agar sesuai perencanaan dan benar-benar memberi manfaat bagi warga Kota Salatiga.
Menanggapi hal itu, Ketua Pansus TWR DPRD Salatiga, Yusuf Wibisono, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) TWR.
“Kami sudah memanggil Bappeda untuk menjelaskan proses perencanaan dan pelaksanaan proyek. Minggu depan, Pansus juga akan memanggil DPUPR dan Inspektorat,” kata Yusuf.
Politisi Partai NasDem itu menegaskan, DPRD akan membuka ruang partisipasi publik, termasuk dari kalangan mahasiswa, dalam proses pengawasan proyek strategis tersebut.
“Masukan dari mahasiswa sangat penting. Kami ingin pengawasan ini berjalan transparan dan objektif demi kepentingan masyarakat,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Rosyid































