PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menegaskan bahwa upaya penanganan sampah di Kota Pekalongan tetap berjalan meskipun pemerintah daerah melakukan penyesuaian anggaran. Hal tersebut disampaikannya usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun dan Tabungan Hari Tua (THT) kepada 21 Aparatur Sipil Negara (ASN) purna tugas per 1 Februari dan 1 Maret 2026 di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Selasa 27 Januari 2026.
Wali Kota yang akrab disapa Aaf ini mengakui, pemotongan anggaran memang berdampak pada berbagai sektor, termasuk penanganan sampah. Namun demikian, Pemkot Pekalongan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar pengelolaan sampah tetap optimal tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Penanganan sampah tentunya berdampak. Tapi alhamdulillah, pembangunan TPS 3R sudah kita laksanakan pada 2025 kemarin,” ujar Aaf.
Ia menyebutkan, saat ini Pemkot Pekalongan juga tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa investor dari Malaysia dan China disebut telah menunjukkan ketertarikan untuk terlibat dalam pengelolaan sampah di Kota Pekalongan.
“Kita sekarang sudah ada komunikasi dengan investor, ada yang dari Malaysia dan dari China. Mudah-mudahan bisa di-follow up, sehingga penanganan sampah kita tidak menggunakan APBD, tapi dari investor,” jelasnya.
Terkait progres pengurangan volume sampah, Aaf mengungkapkan bahwa keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta berdirinya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di sejumlah kelurahan, telah memberikan dampak signifikan.
“Dengan berdirinya KSM-KSM yang sudah siap dan operasional, ini sudah mengurangi sekitar 50 sampai 60 persen pembuangan sampah ke TPA,” katanya.
Ia menambahkan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Pekalongan memiliki batas waktu operasional hingga akhir Februari 2026 sesuai ketentuan dari Kementerian. Oleh karena itu, Pemkot terus mempercepat langkah-langkah strategis, termasuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan empat kabupaten tetangga yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan dalam waktu itu sudah ada investor yang deal atau sudah ada lampu hijau. Nanti malam kita ada MoU di Hotel Aston dengan empat kabupaten tetangga, mudah-mudahan itu juga mempercepat komunikasi dan deal kita dengan investor tersebut,” pungkas Aaf.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S

































