PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat aktif melakukan skrining kesehatan bagi ibu hamil, bayi, dan balita.
Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan skrining ini melibatkan kerjasama dengan dokter spesialis obstetri, ginekologi, dan anak, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
“Program sapu bersih AKI/AKB bertujuan untuk mendeteksi kondisi kesehatan ibu hamil lebih awal dengan bantuan para ahli, agar kondisi kesehatan mereka dapat dipantau dengan baik,” ujar Budiyanto saat melakukan skrining di Puskesmas Bendan pada Rabu, 19 Juni 2024.
Budiyanto menambahkan bahwa skrining ini dilakukan secara rutin dan bergantian di berbagai puskesmas.
“Melalui deteksi dini, kami dapat mengetahui apakah anak-anak mengalami gangguan tumbuh kembang yang bisa dicegah lebih awal, termasuk risiko tinggi pada kehamilan ibu hamil. Jika ditemukan risiko, kami akan memberikan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Ia berharap, dengan adanya program skrining dini atau dikenal sebagai sapu bersih (saber) AKI/AKB, angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan serta mencegah stunting pada anak.
“Harapannya, tidak ada lagi kasus stunting dan kematian ibu atau bayi saat melahirkan berkat skrining dini dan edukasi yang kami berikan,” tambahnya.
Wakil Walikota Kota Pekalongan, Salahudin, mengapresiasi Dinas Kesehatan yang terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, terutama ibu hamil, bayi, dan balita.
“Pelayanan kesehatan semakin baik. Semoga masyarakat termotivasi untuk menjaga kesehatan dengan asupan makanan dan minuman yang halal dan baik, sehingga mereka hanya perlu ke fasilitas kesehatan untuk konsultasi gizi dan pola asuh yang baik. Saya berharap Dinkes dan jajarannya tidak lelah memberikan pelayanan yang nyaman dan ramah,” tuturnya.
Dengan skrining kesehatan yang intensif dan edukasi yang berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan berharap bisa menurunkan AKI dan AKB secara signifikan guna menciptakan generasi yang lebih sehat dan sejahtera. (Lingkar Network | Fahri Akbar – Lingkarjateng.id)
































